Surakarta — Suasana Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Surakarta tampak berbeda pada Jumat pagi (2/10/2026). Ratusan siswa-siswi kelas 9 berkumpul dengan antusias untuk menyambut kedatangan tim sosialisasi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Global Darussalam _Academy_ (GDA) Sleman, Yogyakarta. Kedatangan tim sekolah unggulan berbasis Islam berasrama ini tak sekadar untuk memperkenalkan almamater mereka, tetapi juga membagikan panduan konkret dan kiat sukses menembus seleksi masuk.

Sebagai salah satu sekolah yang masuk dalam program SMA Garuda Indonesia—gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi muda emas—SMA GDA menawarkan sistem pendidikan modern berstandar internasional. Dalam pemaparannya mulai pukul 07.30 WIB, empat perwakilan siswa GDA membeberkan keunggulan sekolah mereka, mulai dari pengawasan asrama 24 jam yang terjamin gizi dan kedisiplinannya, fasilitas kelas ber-AC, laboratorium IPA modern, hingga perpustakaan digital.

Di antara jajaran pemateri, keberadaan dua alumni MTsN Surakarta1, Kak Arya Bagus Rahardyan dan Kak Azzahra N.F., menjadi daya tarik tersendiri. Kak Arya menjelaskan keunggulan sistem pembelajaran di kampus mereka yang telah mengadopsi Kurikulum International Baccalaureate (IB).

“SMA GDA sudah menerapkan kurikulum Internasional Baccalaureate (IB) yang dapat memudahkan untuk di perkuliahan nanti, pada mata pelajaran sudah mencakup sedikit materi di perkuliahan dan juga kurikulum ini dapat memfokuskan kita ke bidang yang diinginkan,” terang Kak Arya di hadapan para adik tingkatnya.

Tak hanya mengenalkan profil sekolah, Kak Arya dan Kak Zahra membagikan strategi khusus agar para siswa siap bersaing dalam seleksi pendaftaran, baik jalur reguler maupun beasiswa. Ada empat poin utama yang disoroti:

* Penguasaan Bahasa Inggris: Mengingat seluruh proses pembelajaran di SMA GDA 100% menggunakan bahasa Inggris.

* Kesiapan Fisik dan Mental: Seleksi tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mencakup tes kesehatan jasmani dan tes psikologi untuk kesiapan tinggal di asrama.

* Pengasahan Nalar Berpikir Kritis: Siswa diimbau tidak sekadar menghafal, melainkan rajin berlatih soal-soal bernalar tinggi ala kurikulum IB.

* Konsistensi Nilai Rapor: Memiliki nilai di atas rata-rata untuk tiga mata pelajaran utama (Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains) sejak jenjang SMP sebagai filter awal.

“Kalau bisa, dari SMP selama 3 tahun dimaksimalkan belajarnya, jangan berhenti di tengah-tengah,” tegas Kak Arya memberikan motivasi.

Sesi interaktif yang berlangsung hingga pukul 08.30 WIB ini disambut hangat oleh para siswa. Berbagai pertanyaan mengenai kehidupan asrama, syarat prestasi, hingga perlengkapan belajar bermunculan selama diskusi.

Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta, salah satunya Raisa, siswi kelas 9B. “Waktu pertama kali denger namanya aja kayak udah keliatan kalau SMA ini merupakan SMA unggulan dan menariknya, ternyata SMA ini ber-asrama dan sudah menggunakan kurikulum Internasional (IB), aku jadi makin tertarik sih buat daftar,” ungkap Raisa penuh semangat seusai acara.

Pihak MTsN Surakarta 1 pun menyambut positif kegiatan edukatif ini. Sosialisasi semacam ini dinilai menjadi suntikan motivasi penting bagi para siswa kelas 9 sebelum menghadapi persaingan ketat memperebutkan kursi di SMA unggulan impian mereka dalam beberapa bulan mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini