SURAKARTA — Suasana di MTsN Surakarta 1 tampak berbeda dan penuh dinamika pada Selasa (29/9/2026) pagi. Ratusan siswa bersama jajaran guru dan staf madrasah berkumpul untuk melaksanakan pesta demokrasi tahunan, yakni Pemilu Raya MTs Negeri Surakarta 1 Periode 2026/2027. Agenda ini tidak sekadar menjadi momen pergantian kepengurusan organisasi, melainkan wujud nyata pembelajaran demokrasi dan kepemimpinan bagi para siswa.

​

Pada ajang pemilihan ini, terdapat tiga pasangan calon (paslon) yang bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan. Ketiga kandidat tersebut adalah paslon nomor urut 1, Kenzo Rafif Arsenio sebagai calon ketua dan Ainunaisha Junaedi R sebagai calon wakil ketua; paslon nomor urut 2, Aisyah Aqilah Zaini bersama Fadila Alya Putri; serta paslon nomor urut 3, Astronarendra P. A. R yang didampingi oleh Khaliqa Aisha Kustera. Sebelum hari pemungutan suara, ketiga kandidat telah melalui berbagai tahapan kampanye, mulai dari pemaparan program kerja hingga debat terbuka.  Guna menjaga integritas pemilu, pihak panitia penyelenggara dari OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) ditekankan untuk bersikap objektif sejak awal. “Seluruh anggota OSIM MTsN Surakarta 1 akan di-briefing untuk mendukung kepada semua paslon agar tidak terlihat mendukung satu pihak saja,” tegas Fazilla selaku Wakil Ketua OSIM periode 2025/2026 terkait netralitas panitia.

Memasuki hari pemilihan, rangkaian acara puncak dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB di halaman utama madrasah. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN Surakarta 1, Dra. Hj. Nurul Qomariyah, M.Pd., yang memberikan arahan mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bijak, jujur, dan adil. Setelah itu, Ketua KPUD Surakarta, Yustinus Arya Artheswara, secara resmi membuka acara Pemilu Raya tersebut.

 

​Usai sesi pembukaan formal, suasana disemarakkan oleh kegiatan Pentas Seni (pensi). Penampilan memukau dari tim Tari Ratoeh Jaroe menjadi pembuka panggung hiburan, yang kemudian dilanjutkan dengan persembahan bakat dari perwakilan kelas, dan ditutup oleh aksi panggung Band MTsN Surakarta 1.

​Sembari kemeriahan pensi berlangsung, antusiasme juga memuncak di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bapak Edi Hartanto menyampaikan bahwa terdapat tiga TPS yang digunakan untuk mengakomodasi sekitar 946 siswa dalam memberikan hak suaranya.

Penggunaan TPS tersebut dilakukan secara bergantian dan dibedakan berdasarkan angkatan kelas guna menjaga ketertiban. Para siswa tampak berbaris rapi menunggu giliran, menuju bilik suara, memasukkan surat suara ke kotak, dan diakhiri dengan mencelupkan jari ke tinta ungu.

Memasuki tengah hari, proses pencoblosan selesai dan tahapan dilanjutkan dengan rekapitulasi serta penghitungan suara secara terbuka oleh panitia. Proses krusial ini disaksikan langsung oleh seluruh paslon guna menjamin transparansi.

​Seluruh rangkaian kegiatan Pemilu Raya ini resmi ditutup usai pelaksanaan shalat Zuhur berjamaah di masjid madrasah. Pada momen penutup tersebut, panitia mengumumkan hasil perolehan suara terbanyak yang diraih oleh paslon nomor urut 2, Aisyah Aqilah Zaini dan Fadila Alya Putri, dengan total 480 suara. Kemenangan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk mewujudkan visi besarnya, yakni menjadikan OSIM MTsN Surakarta 1 sebagai wadah pengembangan karakter, potensi diri, dan wawasan kebangsaan siswa yang aktif, kritis, berkarakter Islami, serta berorientasi pada masa depan.

​Pengumuman kemenangan tersebut langsung disambut sorak gembira oleh seluruh siswa. Menunjukkan kedewasaan berdemokrasi yang luar biasa, antarpaslon tampak saling memberikan dukungan dan pelukan hangat usai hasil dibacakan. Kemeriahan pun ditutup dengan tradisi unik, di mana paslon yang menang dikirab menggunakan becak mengelilingi lingkungan sekitar madrasah dengan iring-iringan anggota OSIM, sebelum akhirnya seluruh siswa diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini