Surakarta — Guna meningkatkan antusiasme dan partisipasi siswa, MTsN Surakarta 1 menggelar debat calon ketua OSIS pada Jumat, 25 September. Sejak pagi, seluruh siswa dari kelas 7 hingga 9 telah berkumpul di lapangan madrasah. Suasana kian meriah karena sejumlah siswa tampak membawa berbagai atribut untuk mendukung pasangan calon (paslon) andalan mereka.

Terdapat tiga paslon yang beradu gagasan dalam debat ini. Ketiga paslon tersebut adalah Kenzo dan Ainun dari kelas 8C; Qila dari kelas 8 Tahfiz bersama Falya dari kelas 8 Sains 3; serta Naren dari kelas 8 Sains 2 bersama Ais dari kelas 8 Sains 1.

Acara dibuka pada pukul 07.06 WIB oleh dua orang pewara (MC), yakni Mazma Khumaira dan Shareefa. Untuk menghidupkan suasana sebelum memasuki acara inti, kedua MC memandu “tes semangat” yang disambut antusias oleh para siswa. Setelah itu, setiap paslon mendapat waktu tiga menit secara bergantian untuk memperkenalkan diri sekaligus memaparkan visi dan misi mereka.

Memasuki sesi debat, MC terlebih dahulu membacakan aturan main. Pada sesi pertanyaan wajib, setiap paslon diberi waktu berdiskusi sebelum menjawab pertanyaan dengan alokasi waktu satu menit. Isu perundungan (bullying) dan permasalahan ekologi, khususnya sampah plastik, menjadi topik utama yang diangkat. Debat kemudian berlanjut ke babak undian pertanyaan dan sesi saling lempar pertanyaan antarpaslon.

 

Tidak hanya MC, para siswa dan dewan guru juga dilibatkan secara aktif dalam sesi tanya jawab. Caca, siswi kelas 8 Sains 6, menjadi salah satu penanya pertama dari kalangan siswa, disusul oleh rekan-rekannya dan dewan guru menjelang akhir acara. Keterlibatan audiens ini membuat panitia merasa puas dengan jalannya kegiatan. “Kalo menurut saya, debat pada pagi hari ini Alhamdulillah-nya sudah berjalan dengan sesuai apa yang telah kami rencanakan sebelumnya. Kayak tadi calon ketua dan wakil ketua osim itu berhasil menyampaikan visi dan misi mereka dengan baik, sehingga para audiens menjadi lebih mudah untuk memilih siapa ketua dan wakil ketua osis yang akan menjabat pada periode selanjutnya,” ucap Fiza dari kelas 9C selaku perwakilan panitia OSIS.

Dari sisi kandidat, ajang debat ini diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk menilai program kerja secara rasional. Falya, perwakilan paslon 2 dari kelas 8 Sains 3, menekankan pentingnya objektivitas pemilih.  “Untuk nantinya bagi para ketua osis dan wakil ketua osis yang terpilih akan melaksanakan setiap program kerjanya dengan baik, serta saya harap siswa memilih kemungkinan yang objektif dan dapat memilih ketua serta wakil ketua osis sesuai pendapat mereka masing-masing,” harapnya.

Adu gagasan di atas panggung rupanya berhasil meyakinkan audiens. Beberapa siswa mengaku mulai memiliki gambaran mengenai kandidat pilihan mereka berdasarkan program yang ditawarkan. “Menurut saya program yang paling relevan adalah program pengolahan sampah dan osis sebagai teladan dari paslon 2,” ungkap Namira, siswi kelas 8 Sains 1, saat dimintai pendapat.

Seluruh rangkaian debat dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif ini berjalan tertib hingga acara ditutup pada pukul 08.05 WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini