Suasana haru menyelimuti lapangan MTsN Surakarta 1 pada Sabtu pagi (17/10/2026) dalam kegiatan perpisahan bersama Kepala Madrasah, Ibu Nurul Qomariyah, yang akan berpindah tugas ke MTsN 2 Surakarta. Acara serah terima jabatan (sertijab) akan dilaksanakan pada Senin (19/10/2026) mendatang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tendik. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga besar MTsN Surakarta 1 untuk menyampaikan rasa terima kasih sekaligus mengiringi langkah Ibu Nurul menuju tempat tugas yang baru.
Jabatan Kepala Madrasah selanjutnya akan diemban oleh Bapak Pramono, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala madrasah di MTsN 2 Sukoharjo.
Rangkaian acara dibuka oleh Joko Susilo, Tim Kesiswaaan dilanjutkan Bapak Edi Hartanto, Waka Kesiswaan. Sebelum memasuki inti kegiatan, para siswa diingatkan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta mempertahankan ketertiban kelas.
Kegiatan dilanjutkan dengan ucapan selamat dan terima kasih oleh perwakilan siswa, yakni Ketua OSIM periode 2026/2027. Ketua OSIM dan wakilnya juga menyampaikan permohonan maaf segala salah dan khilaf juga mendoakan Ibu Nurul agar diberi kekuatan dan kesehatan dalam mengemban amanah di tempat yang baru. Kegiatan tersebut juga
menjadi ajang untuk mengungkapan penghargaan atas waktu, perhatian, dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin MTsN Surakarta 1.
Suasana semakin mengharukan ketika Ibu Nurul mengambil alih mikrofon untuk menyampaikan sambutan perpisahan. Beliau mengenang pengalaman selama bertugas di MTsN Surakarta 1 dan mengungkapkan perasaan melalui kalimat, “Sebagian hati Bu Nurul masih tertinggal di sini.” Ungkapan tersebut menggambarkan kedekatan emosionalnya dengan keluarga besar madrasah yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Dalam sambutannya, Ibu Nurul menyampaikan pesan agar para siswa terus belajar tanpa mengenal batas waktu. “Tetap dan teruslah belajar. Belajar itu tidak ada waktu berhenti, dan wajib bagi seorang muslim,” tuturnya. Beliau juga menekankan pentingnya adab melalui pesan, “Akhlak yang baik mencerminkan jati diri.” Tak hanya itu, Bu Nurul mendorong seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang masing-masing. Pesan-pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menempuh perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka.
Sambutan Ibu Nurul ditutup dengan pantun yang menambah kesan hangat dalam acara perpisahan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tali asih
sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih atas pengabdian beliau. Alunan lagu ” _Sampai_ _Jumpa”_ turut mengiringi rangkaian acara, menghadirkan suasana yang semakin menyentuh. “Bekerja dengan hati, menyayangi dengan sepenuh cinta, dan ikhlas, insyaallah akan membawa keberkahan bagi kita semua,” ucap Bu Nurul.
Sejumlah perwakilan turut berpartisipasi dalam rangkaian untuk pemberian tali asih, di antaranya Koperasi guru dan siswa, PLP UIN Salatiga ,Keluarga besar MTsN Surakarta 1, santriwan dan santriwati Baitul Hikmah, serta Pramuka. Kebersamaan yang tercipta menjadi bagian dari kenangan yang mengiringi perpisahan dengan sosok kepala madrasah yang telah membersamai warga sekolah dengan penuh cinta dan teladan.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika para siswi mendapat kesempatan untuk berjabat tangan dengan Ibu Nurul. Momen sederhana itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan salam perpisahan secara langsung. Di tengah suasana haru, jabat tangan tersebut seolah mewakili rasa terima kasih, penghormatan, dan doa yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Menjelang akhir kegiatan, para siswa diingatkan mengenai agenda berikutnya, yaitu bersih-bersih kelas. Meski suasana perpisahan masih terasa, tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan lingkungan madrasah tetap menjadi bagian penting dari keseharian siswa.
Doa saya, semoga berkah dan kesuksesannya selalu menyertai Ibu Nurul di sana saat menjalankan tugasnya di madrasah yang baru,” Aufar 8 Sains 2.
“Pertama- pertama saya mengucapkan terima kasih untuk segala dedikasi yang Ibu berikan ke MTsN 1 Surakarta dan segala bentuk suport Ibu yang yang Ibu berikan untuk kami,
insyaallah sangat bermanfaat untuk kehidupan kami ke depannya.
Dan doa saya, semoga Ibu selalu sehat dan penuh berkah dalam melanjutkan tugas di madrasah yang terbaru. Terima kasih,” Alika 8 Sains 2
Perpindahan tugas Ibu Nurul Qomariyah menjadi awal perjalanan baru di MTsN Surakarta 2. Namun, bagi keluarga besar MTsN Surakarta 1, kepergiannya bukan berarti seluruh kenangan harus ikut berakhir. Nasihat, pengalaman, dan kebersamaan yang telah terjalin akan tetap menjadi bagian dari perjalanan madrasah ini. Sebab, seorang pemimpin mungkin dapat berpindah tempat untuk melanjutkan pengabdiannya, tetapi kebaikan yang ditinggalkan akan selalu menemukan tempatnya dalam ingatan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya. Hari ini perpisahan bukan hanya tentang melepas seseorang untuk pergi, melainkan juga tentang belajar menerima bahwa setiap kebersamaan memiliki waktunya sendiri, sementara kenangan akan tetap tinggal meski langkah tak lagi berjalan beriringan.
















