SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MTSN 1 SURAKARTA - SITUS INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI ANTARA PESERTA DIDIK MAUPUN MASYARAKAT UNTUK MENGETAHUI INFORMASI DAN KEGIATAN-KEGIATAN LEBIH LANJUT YANG DILAKSANAKAN DI SATUAN PENDIDIKAN MTSN 1 SURAKARTA

Jalin Sinergi, MTsN 1 Klaten Gali Inspirasi Pengelolaan Boarding di MTsN Surakarta 1

0

MTs Negeri Surakarta 1 menerima kunjungan studi tiru dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten pada Selasa (03/02/2026). Kegiatan tersebut secara khusus difokuskan pada pengenalan dan pengelolaan program ~boarding~ /asrama unggulan yang menjadi salah satu program andalan madrasah.

 

Program _boarding_ unggulan MTs Negeri Surakarta 1 dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu yang menekankan keseimbangan antara akademik, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Melalui program _boarding_ pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara lebih intensif dan terstruktur, sehingga mendukung terbentuknya pribadi yang disiplin, mandiri, dan berakhlak.

Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri Surakarta 1 menyampaikan apresiasi atas kepercayaan sekolah/ madrasah yang memilih MTsN Surakarta 1 sebagai tujuan studi tiru. Beliau menjelaskan bahwa program _boarding_ unggulan merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan serta membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.

“Hal yang menjadi daya tarik adalah pembinaan karakter / adab serta prestasi santri. Ketika adab sudah baik, maka prestasi akan mengikuti. Capaian sekolah atau madrasah favorit lanjutan bagi alumni MTsN Surakarta 1 tidak perlu diragukan lagi. Banyak alumni yang diterima di sekolah atau madrasah bergengsi baik di dalam maupun luar negeri . Selain itu pembimbingan dalam target hafalan serta pengelolaan program boarding yang baik juga menjadi magnet studi tiru,” papar Nurul Qomariyah, Kamad.

Selama kegiatan studi tiru berlangsung, para peserta studi tiru mendapatkan pemaparan mengenai konsep dasar _boarding school,_ sistem pengelolaan asrama, peran pembina dan guru, serta pola kegiatan harian santri. Selain itu, mereka juga berkesempatan meninjau langsung lingkungan _boarding_ serta fasilitas dan pelaksanaan program pembinaan secara langsung.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas strategi, tantangan program _boarding._ Melalui forum tersebut, para peserta study tiru memperoleh gambaran komprehensif mengenai penerapan sistem asrama yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran di MTsN Surakarta 1.

“Siswa MTsN Surakarta 1 banyak menorehkan prestasi dan pendidikan karakter madrasah dalam artian ketertiban siswa, cara berpakaian, adab dan sopan santunnya membuat MTs Negeri 1 Klaten berupaya untuk ikut dalam kebaikan dan termotivasi untuk maju. ” ungkap Zainudin Khalid, Kepala MTsN 1 Klaten.

Melalui kegiatan studi tiru ini, MTsN Surakarta 1 berharap dapat terus berbagi praktik baik dan menjalin kerja sama antarsmadrasah dalam pengembangan program _boarding_ yang berkualitas. Dengan semangat saling belajar dan menginspirasi, peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.

Siswa MTsN Surakarta 1 Antusias Ikuti Sosialisasi Digitalisasi Layanan Transportasi Maxim

0

Lapangan utama MTsN Surakarta 1 dipenuhi ratusan siswa pada Kamis pagi (29/01/2026) dalam rangka mengikuti sosialisasi dan promosi aplikasi layanan transportasi daring, *Maxim.* Kegiatan yang berlangsung tertib ini bertujuan untuk mengedukasi warga sekolah mengenai pemanfaatan teknologi transportasi di era digital.

​ *Maxim* hadir memperkenalkan berbagai fitur layanan unggulannya, mulai dari transportasi roda dua (Bike), transportasi roda empat (Car dan Car L untuk kapasitas besar), hingga layanan pesan antar makanan dan pengiriman barang. Selain pengenalan fitur, *tim* *Maxim* juga memberikan edukasi teknis mengenai cara penggunaan aplikasi serta mendistribusikan saldo voucher promosi sebesar Rp200.000,00 melalui kode khusus kepada para siswa dan guru.

​Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Edi Hartanto memberikan pandangannya terkait urgensi kegiatan ini bagi para siswa. Beliau menekankan bahwa pengenalan teknologi harus dibarengi dengan filter mental yang kuat.

​”Kita sedang berdialog dengan zaman yang terus berkembang. Kita harus menjaga diri dari arus digital yang tidak selalu sejalan dengan nilai dan jati diri dengan bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi,” ujar Edi Hartanto.

​Joko Susilo, Tim Kesiswaan menambahkan bahwa diharapkan melalui kegiatan ini, digitalisasi dapat menjadi fasilitas yang mendukung kebutuhan siswa secara positif dan bertanggung jawab.

​Menutup rangkaian acara, pihak kesiswaan yang diwakili oleh Edi Hartanto dan Joko Susilo memberikan sesi pembinaan khusus. Fokus utama pembinaan ini adalah penanaman nilai kedisiplinan dan kejujuran sebagai fondasi utama karakter siswa.

​Pihak sekolah berharap, selain mendapatkan manfaat praktis dari teknologi transportasi, para siswa juga mampu menyerap pembelajaran berharga mengenai etika penggunaan gawai dan pembentukan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berakhir dengan lancar dan mendapatkan apresiasi positif dari seluruh warga madrasah.

Bukan Sekadar Teori, Siswa MTsN Surakarta 1 Uji Kedisiplinan dalam Simulasi Haji di Donohudan

0

​Sejumlah 314 siswa kelas 8 MTsN Surakarta 1 tampak memadati kompleks Asrama Haji Donohudan pada Rabu (28/1/2026). Dengan pakaian ihram yang rapi, mereka mengikuti rangkaian kegiatan Manasik Haji sebagai bagian dari upaya madrasah dalam mendisiplinkan dan melatih kemandirian siswa sejak dini.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Nurul Qomariyah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simulasi ibadah yang memerlukan kekuatan mental dan fisik. Setelah pembagian urutan oleh Bu Innayati (Guru Fikih) dan pengarahan teknis yang detail dari Pak Sholeh, (Pembimbing Kegiatan), para siswa mulai bergerak mengikuti jalur praktik haji di bawah bimbingan guru agama.

​Suasana di lapangan terasa begitu hidup saat para siswa mulai melakukan prosesi tawaf dan sa’i. Gemuruh doa-doa yang dilantunkan secara serempak menciptakan atmosfer religius yang kental di area asrama. Meskipun keringat membasahi dahi, tak ada raut lelah yang berarti yang ada justru kompetisi sehat antar kelas untuk menunjukkan tata cara ibadah yang paling sempurna dan tertib.

​”Awalnya sempat bingung urutan lari-lari kecilnya, tapi setelah dibimbing guru agama langsung jadi paham. Rasanya seperti sedang benar-benar di depan Ka’bah,” ungkap Fazila, salah satu peserta dari Kelas 8D yang tampak penuh semangat mengikuti instruksi.

​Pak Sholeh menambahkan bahwa praktik ini adalah laboratorium karakter bagi siswa. “Tujuannya agar anak-anak tidak hanya hafal teori di kelas, tapi juga merasakan langsung bagaimana fisik dan kedisiplinan diuji saat melaksanakan rukun-rukun haji,” jelasnya di sela-sela kegiatan.

​Acara ditutup pada pukul 10.30 WIB dengan evaluasi dari Pak Joko Susilo. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kesungguhan, kedisiplinan dan kekompakan siswa, Bu Innayati memberikan hadiah kepada tiga kelas dengan performa praktik terbaik sebagai penutup rangkaian kegiatan yang penuh kesan tersebut.

Siapkan Kader Pemimpin yang Tangguh, MTsN Surakarta 1 Gelar Gladian Pinru di Yogyakarta  

0

SURAKARTA — Dalam rangka memperkuat kemandirian dan kapasitas kepemimpinan siswa, Gugus Depan Pramuka MTsN Surakarta 1 sukses menyelenggarakan kegiatan Gladian Pemimpin Regu (Pinru) pada Sabtu–Minggu, (24–25/01/ 2026). Kegiatan diikuti oleh seluruh anggota Dewan Penggalang beserta pembina dan guru pendamping ini berlokasi di kawasan Malioboro Yogyakarta dan SDN Mayang, Gatak Sukoharjo. Acara secara resmi dibuka oleh Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pembentukan karakter disiplin bagi calon pemimpin regu sebelum mengemban tugas dalam kegiatan kemah bakti mendatang.

​Rombongan berangkat dari Madrasah menuju Yogyakarta dengan memanfaatkan moda transportasi publik KRL melalui Stasiun Balapan. Penggunaan transportasi publik ini dipilih sebagai sarana edukasi bagi peserta untuk beradaptasi dengan sistem transportasi umum dan modern. Meskipun perjalanan pulang sempat mengalami kendala teknis berupa gangguan pada jaringan listrik akibat cuaca yang menyebabkan keterlambatan selama dua jam, seluruh peserta menunjukkan ketenangan dan kedisiplinan tinggi hingga tiba di tujuan dengan selamat. Agenda di Yogyakarta dimulai dengan beberapa penugasan seperti foto bareng dengan wisata asing, wawancara kepada warga lokal dan yel- yel yang hasil tugasnya dikemas dalam bentuk vlog video. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Malioboro dan kunjungan edukasi religi ke Masjid Gedhe Kauman. Peserta melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkemahan di SD Mayang Gatak untuk mengikuti rangkaian materi inti.

​Guna meningkatkan kompetensi manajerial, panitia menghadirkan pemateri dari Racana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang membekali peserta dengan keterampilan _problem solving_ dan _public speaking._ Selain materi di dalam ruangan, kegiatan juga diisi dengan pembinaan mental spiritual melalui tadarus Alquran serta penguatan fisik melalui senam pagi dan _outbound_ pada hari kedua. Salah satu pembina pendamping, Kak Faul, menyatakan bahwa Gladian Pinru ini dirancang untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kepercayaan diri peserta dalam mengambil keputusan. Melalui kegiatan ini, pihak madrasah berharap para anggota Dewan Penggalang memiliki kesiapan mental dan manajerial yang matang dalam menjalankan roda organisasi kepramukaan di lingkungan MTsN Surakarta 1.

Tim Laboratorium MTsN 1 Surakarta “Gali Ilmu” ke Universitas Sebelas Maret

0

Dalam upaya bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang modern dan akuntabel, tim pengelola laboratorium MTsN Surakarta 1 melaksanakan kegiatan Studi Tiru ke tiga unit strategis di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Selasa (21/01/2026).

​Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menyasar pengelolaan laboratorium IPA, Bahasa, Matematika, dan TIK. Rombongan dari madrasah yang terdiri atas Waka Sarpras, Kepala Laboratorium, Tim Laboratorium, hingga Pengelola Anggaran disambut hangat oleh pimpinan dan tim ahli dari masing-masing unit di UNS.

​Rangkaian studi tiru ini dilaksanakan secara bergantian di tiga lokasi utama:

* ​UPT Laboratorium Terpadu: Fokus pada manajemen alat dan standarisasi pelayanan laboratorium.

* ​Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK): Mendalami integrasi sistem IT dan tata kelola laboratorium komputer.

* UPT P2B (Pusat Pengembangan Bahasa): Melihat langsung pengelolaan laboratorium bahasa dan layanan bahasa yang efektif.

​Meski dibalut dalam suasana diskusi yang santai dan penuh keakraban, esensi kegiatan tetap berjalan serius. Tim UNS memaparkan secara detail mulai dari profil unit, penyusunan program kerja, standar pelayanan minimal, hingga strategi perawatan sarana prasarana agar tetap prima.

​”Studi tiru ini bertujuan untuk mendapatkan pencerahan dan wawasan baru. Kami ingin melihat cara institusi ini dalam mengelola laboratoriumnya secara profesional, sehingga nantinya dapat kami adaptasi dan implementasikan sesuai dengan kebutuhan dan konteks di madrasah kami,” ujar perwakilan Tim MTsN Surakarta1.

Hasil Studi Tiru yang diperoleh meliputi :

* ​Sistem Pelayanan: Mewujudkan pelayanan laboratorium yang ramah pengguna dan terstruktur.

* ​Manajemen Perawatan: Strategi pemeliharaan alat agar memiliki masa pakai yang panjang ( _long-term).__

* Integrasi Program: Sinkronisasi antara kebutuhan kurikulum dengan ketersediaan fasilitas di laboratorium.

​Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan laboratorium di MTsN Surakarta 1 tidak hanya sekadar menjadi ruang praktik, tetapi bertransformasi menjadi pusat riset dan literasi yang inspiratif bagi seluruh siswa.

Tingkatkan Kualitas Layanan Literasi, MTsN 1 Surakarta Lakukan Studi Tiru ke Perpustakaan UNS

0

Dalam upaya meningkatkan mutu layanan dan inovasi pengelolaan perpustakaan sekolah, MTsN Surakarta 1 melaksanakan kunjungan studi tiru ke UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa (6/1/2026). Bertempat _di The_ _Gade Creative_ _Lounge_ , kunjungan ini diikuti oleh jajaran pengelola perpustakaan madrasah untuk mempelajari praktik terbaik pengelolaan literasi di tingkat perguruan tinggi.

​Rombongan MTsN Surakarta 1 dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah, Muhammad Rais Hidayat, S.Pd. Kedatangan tim disambut hangat oleh jajaran manajemen UPT Perpustakaan UNS yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Teknis, Henny Perwitosari, S.IPust.

​Dalam sambutannya, Muhammad Rais Hidayat menegaskan bahwa keterbatasan sarana fisik bukan merupakan penghalang bagi madrasah untuk terus berinovasi. Studi tiru ini menjadi langkah strategis madrasah dalam menyerap ilmu terkait:

* ​Sistem pengolahan koleksi : Teknik penataan buku dan sumber referensi yang sistematis.

* ​Digitalisasi Informasi: Pengelolaan data dan akses informasi berbasis teknologi.

* ​Layanan Ramah Anak: Strategi penyajian informasi yang menarik dan nyaman bagi peserta didik usia remaja.

​”Tujuan kami adalah belajar sebanyak-banyaknya mengenai pengelolaan perpustakaan yang modern dan inklusif. Kami berterima kasih kepada Perpustakaan UNS yang telah bersedia menjadi mentor dan rujukan bagi kami untuk memberikan layanan terbaik bagi anak-anak di madrasah,” ujar Muhammad Rais.

​Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh pustakawan UNS, Hermy Yulianti, S.Sos. Tim pengelola perpustakaan MTsN Surakarta 1 terlibat aktif dalam diskusi interaktif mengenai pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung layanan pemustaka di era digital.

​Sebagai agenda penutup, rombongan melakukan _library tour_ (tur perpustakaan). Tim MTsN Surakarta 1 melihat langsung berbagai fasilitas unggulan, mulai dari ruang layanan mandiri hingga area pendukung yang dirancang untuk kenyamanan pengunjung.

​Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi baru bagi pengelola perpustakaan MTsN Surakarta 1 dalam menciptakan ekosistem belajar yang lebih segar dan modern. Selain mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen madrasah dalam mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Bukan Sekadar Tradisi, Peringatan Isra Mikraj di MTsN 1 Surakarta jadi Momentum ” _Recharge_ ” Iman Siswa

0

Aula MTsN 1 Surakarta tampak berbeda pada Sabtu pagi (17/01/2026). Cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela seolah menyatu dengan antusiasme ratusan siswa yang berkumpul untuk memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw. Dengan tema “Hikmah di Balik Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw”, acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana penguatan karakter Islami di tengah tantangan zaman.

Suasana khidmat mulai terasa saat Rais, 8 S2, melantunkan ayat suci Alquran dengan sangat merdu. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Ketua OSIM, Fayra Aretha Nasywa, dan sambutan hangat dari Kepala Madrasah, Nurul Qomariyah.

Dalam sambutann Nurul Qomariyah menekankan bahwa Isra Mikraj adalah cermin bagi siswa untuk melihat kembali kualitas ibadah mereka. “Semoga pengajian ini membangun semangat beribadah dan berakhlak karimah,” tuturnya penuh harap.

Puncak acara diisi oleh Ustaz Bony Eli Saputro. Berbeda dengan ceramah pada umumnya, Ustaz Bony membawakan tausiyah dengan gaya yang komunikatif dan penuh humor. Gelak tawa sesekali pecah, namun pesan mendalam mengenai kewajiban shalat lima waktu tetap sampai ke hati para siswa.

Beliau mengangkat kisah inspiratif Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat Nabi yang meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, tetap teguh menjaga shalat berjamaah. Kisah ini menjadi sentilan positif bagi para siswa agar tidak melalaikan kewajiban shalat dalam kondisi apa pun. Salah satu siswa kelas 8S5 Jibril mengungkapkan bahwa cara penyampaian Ustaz Bony membuatnya lebih memahami esensi salat bukan sebagai beban, melainkan kebutuhan. “Kisah Abdullah bin Ummi Maktum tadi benar-benar mengingatkan saya kalau beliau yang punya keterbatasan saja begitu semangat ke masjid, seharusnya kita yang sehat malu jika masih malas-malasan salat. Acara ini benar-benar menjadi pengingat atau _recharge_ iman buat saya dan teman-teman,” ungkapnya dengan penuh semangat.

MTsN Surakarta 1 Sambut Semester Baru 2026 dengan Optimisme

0

Rintik gerimis yang membasahi lapangan MTsN Surakarta 1 pada Senin pagi (05/01/2026) rupanya tak mampu menyurutkan antusiasme para siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan apel perdana tahun 2026. Setelah menikmati libur panjang akhir semester, seluruh warga madrasah kembali memadati lapangan dengan barisan yang rapi, menandai dimulainya lembaran baru dalam kegiatan belajar mengajar. Suasana hangat tetap terasa meski cuaca mendung, mencerminkan kesiapan seluruh elemen sekolah dalam menyongsong tantangan di semester ini.

Dalam amanatnya, Kepala Madrasah, Dra. Hj. Nurul Qomariyah, M.Pd., memberikan motivasi yang mendalam bagi seluruh peserta apel. Beliau berpesan agar momentum tahun baru ini dijadikan ajang untuk melakukan perbaikan diri secara berkelanjutan, di mana pencapaian yang sudah baik harus terus ditingkatkan, sementara hal-hal yang masih kurang harus segera dibenahi. Secara khusus, beliau memberikan perhatian bagi siswa kelas IX agar mulai fokus dan mempersiapkan diri dengan matang demi meraih sekolah lanjutan impian mereka kelak.

Apel pagi ini juga menjadi momen spesial untuk mengapresiasi kerja keras siswa selama semester sebelumnya. Pihak madrasah memaparkan deretan prestasi yang telah diraih sebagai bentuk penghargaan sekaligus bahan bakar semangat bagi siswa lainnya agar tetap konsisten berkarya. Tidak hanya soal prestasi akademik, penanaman karakter dan kedisiplinan pun langsung ditegaskan sejak hari pertama. Hal ini terlihat dari aksi sigap pihak kesiswaan yang melakukan pengecekan kerapian rambut bagi siswa laki-laki sesaat setelah apel usai, guna memastikan bahwa setiap siswa tetap patuh pada aturan dan menjaga citra positif madrasah di tahun yang baru ini.

Dobrak Tradisi Lewat Gerakan GEMAR

0

Pemandangan di MTsN Surakarta 1 pada Sabtu (20/12/25) terasa sangat berbeda dari momen pembagian rapor pada tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya ruang kelas dipenuhi oleh kaum ibu, kali ini sosok para ayah tampak mendominasi kursi-kursi wali murid. Kehadiran mereka merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengambil Rapor atau yang disingkat *Gemar* . Langkah strategis ini dilakukan untuk menyukseskan program pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbagga/BKKBN) berdasarkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025 sebagai upaya serius menekan angka _fatherless_ di Indonesia yang telah mencapai 25,8 persen.

Implementasi gerakan ini disambut hangat sebagai sarana penyadaran bagi para orang tua. Selama ini, citra pengambilan rapor sangat melekat pada peran ibu, namun kehadiran ayah di madrasah dianggap mampu menciptakan keseimbangan atau “regulasi” baru dalam pola asuh rumah tangga. Sholeh, Guru MTsN Surakarta 1, menekankan bahwa gerakan ini bertujuan agar para bapak tidak lagi hanya berfokus pada sisi finansial atau sekadar “tahu beres”, melainkan turut memahami perkembangan karakter dan akademik anak secara mendalam melalui dialog langsung dengan wali kelas.

Salah satu sosok ayah yang hadir adalah Mulyanto, wali murid dari Zahratul Nur Syahbani (Kelas 9B). Meski harus menempuh perjalanan dari Boyolali di tengah kesibukan pekerjaan, Mulyanto mengaku selalu memprioritaskan momen ini. Bagi beliau, meluangkan waktu untuk mengambil rapor adalah bentuk tanggung jawab nyata seorang kepala keluarga. “Ya, saya meluangkan waktu ke sini demi anak. Bekerja ya untuk anak. Setiap pengambilan rapor, sebisa mungkin disempatkan dan tetap Ayah yang ambil, bukan Ibu,” ungkapnya dengan bangga.

Mulyanto juga merasakan manfaat langsung dari gerakan ini. Ia dapat melihat hasil belajar putrinya yang memuaskan dan berdiskusi mengenai capaian tersebut. Menurutnya, peran seorang ayah dalam pendidikan anak sangatlah krusial secara spiritual maupun praktis. Sebagai imam dalam keluarga, ayah memegang tanggung jawab besar dalam mengawal masa depan anak. Kepada putrinya, ia berpesan agar terus meningkatkan prestasi dan tidak cepat puas dengan hasil yang telah diraih saat ini.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 14.30 WIB ini menjadi pesan kuat bagi seluruh wali murid. Ke depannya, pihak madrasah berencana mengevaluasi agar pengambilan rapor bisa melibatkan kehadiran kedua orang tua secara bersamaan. Melalui kolaborasi antara sekolah, peran ibu, dan keterlibatan aktif ayah seperti yang ditunjukkan oleh Mulyanto, MTsN Surakarta 1 optimis dapat melahirkan generasi yang lebih tangguh dan berkarakter.

Sinergi dan Komitmen Tanpa Batas: MTsN Surakarta 1 Buktikan Kualitas dalam Penilaian Kinerja Kepala Madrasah

0

SURAKARTA – Semangat kolektif untuk bertransformasi menjadi madrasah unggulan terpancar kuat dalam pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahunan di MTsN Surakarta 1 pada Jumat (19/12/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat di bawah penilaian Sri Hartati dan Istikomah Pengawas Madrasah Kemenag Kota Surakarta. “Ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan menjadi panggung pembuktian atas sinergi seluruh elemen madrasah”, jelas Sri Hartati, Tim Penilai. Seluruh komponen, mulai dari pimpinan hingga guru dan tendik menunjukkan komitmen yang searah untuk membawa MTsN Surakarta 1 melompat lebih jauh melalui pembaruan sistem dan penguatan karakter.

 

Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah mengawali pemaparan dengan menekankan bahwa kunci kemajuan madrasah terletak pada komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem yang hebat. Salah satu bukti nyatanya adalah keberhasilan menjaga proses belajar mengajar tetap efektif tanpa adanya jam kosong, yang secara langsung berdampak pada kualitas lulusan. Dengan mengusung tagline baru, madrasah kini fokus pada empat pilar utama yaitu pembangunan tim kerja yang solid, perluasan jejaring, kolaborasi pendukung prestasi, serta inovasi tiada henti. Inovasi digital seperti _Smart Card_ multifungsi dan penerapan Kurikulum Cambridge menjadi simbol bahwa madrasah ini siap bersaing di kancah global.

 

 

Sinergi tersebut semakin nyata terlihat saat para Wakil Kepala Madrasah memaparkan keterkaitan program kerja mereka yang saling mengunci. Bidang Kurikulum yang dipimpin oleh Wahyu Febriyanto, berhasil mencatat hasil supervisi akademik menunjukkan 95% guru telah melaksanakan proses KBM dengan baik. Selain itu dengan adanya jam perwalian dapat memperkuat ikatan emosional siswa dengan wali kelas yang dapat menjadi faktor pendukung keberhasilan siswa. Hal ini didukung penuh oleh Bidang Kesiswaan di bawah Edi Hartanto yang berkolaborasi dengan BK dan pelatih untuk mengoptimalkan potensi siswa. Di sisi lain, Bidang Sarpras yang dikomandoi Rais Hidayat bergerak cepat mengimbangi visi Kepala Madrasah dalam memodernisasi dan melengkapi fasilitas madrasah. Sementara Bidang Humas melalui Budi Santoso memastikan dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat terserap dengan baik sebagai energi tambahan bagi madrasah.

Menanggapi paparan tersebut, Tim Penilai memberikan apresiasi mendalam atas harmonisasi kerja yang ditunjukkan keluarga besar MTsN Surakarta 1. Sri Hartati mengingatkan agar pengajaran selalu didasari dengan cinta, sejalan dengan praktik penyambutan siswa di gerbang sekolah yang sudah berjalan baik. Sebagai catatan untuk kemajuan di masa depan, Istikomah, Tim Penilai memberikan masukan strategis mengenai pentingnya dokumentasi progres inovasi secara kronologis serta mendorong para guru dan kepala madrasah untuk turut mengejar prestasi pribadi menyusul prestasi siswa yang sudah luar biasa. Penilaian ini ditutup dengan semangat baru untuk mewujudkan sarana prasarana yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah anak dan lingkungan, mempertegas posisi MTsN Surakarta 1 sebagai madrasah yang terus bergerak maju.