Surakarta — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti lingkungan Asrama Baitul Hikmah MTsN Surakarta 1 pada Sabtu (23/05/2026). Sejak pukul 08.00, madrasah ini tampak sibuk sekaligus berseri menyambut kedatangan rombongan studi tiru dari MIN 4 Sragen. Dipandu oleh pembawa acara Bapak Khoerul Anwar yang membuka kegiatan dengan penuh semangat, acara dimulai secara tertib dan langsung mencairkan suasana di antara kedua belah pihak. Lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan dengan syahdu oleh Ustazah Sofia Husna kian menambah kekhidmatan momen silaturahmi antar-madrasah ini.
Dalam sambutan pembukanya, Kepala MIN 4 Sragen, Hidayatul Ilmiyah menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh tuan rumah. “Kami datang membawa niat tulus untuk belajar. Kehadiran kami di sini adalah sebuah ikhtiar untuk menimba ilmu, berbagi wawasan, serta mengadopsi pengalaman sukses MTsN 1 Surakarta yang sudah sangat dikenal, terutama dalam mengelola program asrama/ _boarding_ dan pembinaan karakter peserta didik,” ujar Hidayatul Ilmiyah penuh antusias.
Gayung bersambut, Kepala MTsN Surakarta 1 langsung menyambut hangat komitmen tersebut dan memaparkan berbagai program unggulan madrasah. Fokus utama pemaparan tertuju pada program tahfidz di Asrama Baitul Hikmah. “Program tahfidz dan pembinaan di asrama ini kami rancang khusus untuk mencetak generasi berprestasi. Target kami jelas, membentuk santri yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kokoh dan cinta Alquran,” tegas Kepala MTsN Surakarta 1 saat memberikan paparan di depan forum.
Keingintahuan peserta semakin terpuaskan ketika Nurul Qomariyah menjabarkan lebih detail mengenai ritme kehidupan santri. “Kunci utama dari keberhasilan pembinaan di sini adalah konsistensi aturan dan keteladanan. Kami mengatur jadwal santri dari bangun tidur hingga istirahat kembali agar waktu mereka produktif antara mengaji dan belajar,” jelas Nurul Qomariyah. Rombongan yang terdiri dari siswa-siswi kelas 4 dan 5, wali murid, hingga guru MIN 4 Sragen menyimak setiap penjelasan dengan saksama. Kedinamisan acara semakin terasa saat memasuki sesi tanya jawab yang dipimpin oleh Durrotun Nasikhah. Koordinator Asrama. Diskusi berjalan dua arah secara aktif dan santai seputar regulasi keseharian hingga kiat membangun kemandirian anak.
Puas berdiskusi di dalam ruangan, seluruh peserta diajak langsung untuk melakukan tur keliling kompleks asrama didampingi oleh tim pengelola asrama. Rombongan MIN 4 Sragen melihat dari dekat fasilitas penunjang yang ada, seperti kamar santri, ruang belajar, hingga masjid. Di sinilah decak kagum mulai bermunculan. Hidayatul Ilmiyah secara khusus menyoroti tata letak fasilitas yang sangat rapi, lingkungan yang higienis, serta ketersediaan alat kebersihan yang sangat memadai.
“Setelah melihat langsung lingkungan dan program di MTsN Surakarta 1, kami ingin meningkatkan fasilitas di MIN 4 Sragen, terutama dalam penataan fasilitas yang sangat rapi dan tertata. Selain itu, kami juga sangat terkesan dengan kebersihan lingkungan serta kelengkapan alat kebersihan yang tersedia. Program _boarding di_ MTsN Surakarta 1 juga menjadi inspirasi bagi kami karena mampu melatih kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Hidayatul Ilmiyah di sela-sela kunjungan.
Beliau juga menambahkan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga keharmonisan sesama lembaga pendidikan Islam ke depan. “Semoga keharmonisan dan kerja sama antar-madrasah dapat terus terjalin dengan baik karena kita berada dalam satu atap di bawah Kementerian Agama. Dengan saling berbagi pengalaman dan belajar bersama, semoga setiap madrasah bisa terus berkembang dan memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” tambah beliau menutup sesi wawancara.
Kunjungan yang berakhir pukul 09.30 WIB ini pun sukses meninggalkan kesan mendalam, sekaligus mempererat tali silaturahmi demi kemajuan pendidikan berbasis karakter di kedua madrasah.














