Kabar membanggakan datang dari MTsN Surakarta 1. Sebanyak 10 siswa berprestasi berhasil membuktikan kualitasnya dengan lolos seleksi ketat masuk ke SMA Taruna Nusantara, salah satu sekolah unggulan paling prestisius di Indonesia. Nama-nama seperti Fadhil Pramudya Khalfani, Alfardan Kenzie, Lubnaa Alifiatama, hingga Syifa Azzahra menjadi bagian dari deretan siswa yang sukses menaklukkan berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes akademik hingga kesamaptaan jasmani yang dikenal sangat menantang.

​Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kedisiplinan tinggi dan manajemen waktu yang apik. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, beberapa dari mereka bahkan sudah memantapkan niat untuk mengejar sekolah impian ini. Syifa Azzahra Tungga Dewi, salah satu siswa yang lolos, mengungkapkan bahwa daya tarik sekolah tersebut bukan hanya soal nilai di atas kertas. “Saya sudah menargetkan sejak SD karena sekolah ini unggulan dan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan karakter,” ungkap Syifa dengan penuh keyakinan.

​Bagi para siswa ini, masuk ke SMA Taruna Nusantara adalah gerbang untuk membentuk kepemimpinan dan memperluas relasi di masa depan. Alfardan Kenzie Arisono menambahkan bahwa motivasi utamanya adalah lingkungan yang suportif. “Saya ingin menjadi lebih disiplin dan berada di lingkungan pertemanan yang baik,” ujarnya. Sementara itu, Fadhil Pramudya Khalfani melihat peluang besar dari sisi akademis global. Menurutnya, “Sekolah ini memberikan peluang lebih besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi luar negeri.”

​Perjuangan mereka juga diwarnai dengan persiapan fisik dan mental yang luar biasa. Callysta Abadi Putri, misalnya, telah mengasah fisiknya sejak kecil sebagai atlet demi memenuhi standar kesamaptaan yang diminta. Meski jadwal belajar sangat padat, mereka tetap menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha lahiriah dan batiniah. Risky Galih Saputro memberikan pesan menyentuh bagi rekan-rekannya, “Jangan malas, seimbangkan doa dan usaha, dan jangan terlalu memaksakan diri.”

​Pihak sekolah, melalui Yulianto Ogi Suwandaru, merasa bangga karena program pendampingan yang telah berjalan selama satu dekade membuahkan hasil nyata. Sekolah berharap para lulusan ini tetap membawa identitas mereka sebagai sosok yang religius, kompeten dan berkarakter di mana pun mereka berkarier nantinya. Ia menegaskan harapannya agar para siswa tetap menjaga integritas dengan berkata, “Membawa nama baik almamater agar semua orang juga tahu bahwa MTsN Surakarta 1 bisa diterima di sekolah unggulan mana pun, serta dapat melahirkan alumni yang menjadi sosok militer yang beriman, bertaqwa, dan mampu menjadi pengayom serta penerang bagi bangsa.”

Perjalanan 10 siswa ini menjadi bukti nyata bahwa dengan tekad yang kuat dan restu orang tua, lulusan madrasah mampu bersaing di panggung nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini