SURAKARTA — Suasana ruang digital MTsN Surakarta 1 tampak berbeda dan penuh energi pada Rabu pagi, (20/05/ 2026). Sebanyak 103 siswa-siswi kelas 8 berkumpul sejak pukul 07.30 WIB untuk mengikuti sebuah agenda penting, yaitu Pelatihan Pendidikan Sebaya. Kegiatan ini digelar sebagai langkah nyata untuk membangun kesadaran generasi muda dalam melawan serta mengantisipasi dampak buruk dari aksi _bullying_ atau perundungan.
Acara yang berlangsung edukatif ini dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Madrasah, Nurul Qomariyah. Dukungan penuh terhadap gerakan anti-perundungan ini juga terlihat jelas dari hadirnya para pemangku kebijakan kota. Turut hadir Sekretaris DP3AP2KB Kota Surakarta yang mewakili Kepala Dinas selaku Ketua 1, serta Kepala Bidang Perlindungan Anak selaku Ketua 2.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi sesama temannya,” ujar Nurul Qomariyah, Kamad dalam sambutannya.

Memasuki sesi inti, materi yang sangat relevan dikupas tuntas oleh Kak Intan, narasumber ahli yang dihadirkan langsung dari Yayasan Kakak. Ia membahas mengenai hak-hak anak berdasarkan UUD No. 35 Tahun 2014, yang menegaskan bahwa batasan usia anak berada di rentang 0 hingga 18 tahun. Tidak hanya itu, para siswa juga dibekali pemahaman mendalam mengenai bahaya laten _bullying_ hingga ancaman kejahatan di media sosial, termasuk fenomena grooming dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.
“Remaja saat ini sangat rentan terhadap kejahatan digital. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk memahami hak-hak kalian sebagai anak dan tahu bagaimana cara membentengi diri dari pengaruh buruk di media sosial,” tegas Kak Intan di hadapan ratusan siswa.
Agar suasana tidak membosankan, pelatihan dikemas dengan konsep yang sangat interaktif. Di sela-sela materi, Kak Yuda hadir mencairkan suasana lewat sesi game seru berjudul “Tebak Impostor”. Melalui permainan interaktif ini, Kak Yuda bersama Kak Intan berkolaborasi menyelipkan pesan moral yang kuat agar para siswa tidak sembarangan mengikuti orang asing.
“Ingat ya, jangan mudah percaya dan sembarangan mengikuti orang asing, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Selalu waspada!” seru Kak Yuda yang langsung disambut riuh kompak oleh para peserta.
Rangkaian kegiatan hari pertama ini resmi berakhir pada pukul 11.45 WIB dengan antusiasme yang tinggi. Namun keseruan belum usai, sebab para peserta dijadwalkan akan kembali berkumpul pada Kamis, (21/05 2026), untuk melanjutkan pelatihan dengan agenda yang tidak kalah menarik, yaitu sesi praktik langsung dan rekreasi bersama. Lewat pelatihan ini, diharapkan para siswa kelas 8 MTsN Surakarta 1 mampu menjadi pendidik sebaya yang tangguh dan bijak.













