Prestasi luar biasa nan langka berhasil ditorehkan oleh murid MTsN Surakarta 1 pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, delapan murid madrasah ini sukses mencetak nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Capaian fenomenal ini menjadi pembicaraan hangat dan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan madrasah kini mampu bersaing di level tertinggi, selaras dengan semangat Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia. Keberhasilan meraih nilai sempurna bukanlah perkara mudah karena membutuhkan ketelitian tinggi, mental yang kuat, serta penguasaan materi yang mendalam. Delapan siswa-siswi inspiratif yang berhasil meraih predikat sempurna tersebut adalah Isnain Khairul Azzam (9 S1) yang sukses menaklukkan rumitnya mata pelajaran Matematika, serta tujuh murid lainnya yang meraih nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu Amira Muthia Hafizh S (9 S1), Aluis Tsabita Maysun (9 S3), Luthfi Mochtar Julian (9 S4), Aqila Azalia Hartono (9 S5), ‘Athifah Dzihni ‘Ulya (9 S6), Ayra Kiyasah Radia (9A), dan Meysa Lailatul Husna (9B).
​Sinar prestasi dari para pemilik skor sempurna ini ternyata diikuti oleh gelombang keberhasilan massal rekan-rekan mereka. Berdasarkan rekapitulasi data TKA MTsN Surakarta 1, tercatat ada 27 murid lainnya yang menempel ketat dengan raihan skor yang hampir menyentuh angka sempurna, yaitu 96,67. Secara total, terdapat 35 murid yang berhasil mengamankan posisi dengan predikat “Baik – Istimewa” dalam ajang TKA 2026 ini. Secara keseluruhan, madrasah mencatatkan rata-rata nilai TKA yang sangat mengesankan di angka 72,70. Jika dibedah per mata pelajaran, rata-rata nilai Matematika mencapai 58,76 dan mata pelajaran Bahasa Indonesia mencatatkan rata-rata luar biasa di angka 86,64. Secara umum, rata-rata nilai TKA madrasah ini berhasil melampaui rata-rata nilai TKA Nasional, baik untuk mapel Matematika maupun Bahasa Indonesia. Tercatat sebanyak 84,74% murid telah melampaui rata-rata nasional pada mapel Matematika, dan 99,68% murid sukses melampaui nilai rata-rata nasional pada mapel Bahasa Indonesia.
​Keberhasilan ini juga melahirkan deretan siswa yang masuk dalam peringkat lima besar rata-rata hasil TKA tertinggi di madrasah.
Peringkat pertama diraih oleh Isnain Khairul Azzam (9 S1) dengan rata-rata 98,34, disusul Luthfi Mochtar Julian (9 S4) di peringkat kedua dengan rata-rata 95,00. Posisi ketiga ditempati bersama oleh Nanda Vanessa Azaria (9S2) dan Valeryan Arif Fernanda S. (9 S1) yang meraih rata-rata 93,34. Sementara itu, peringkat keempat dengan rata-rata 91,67 diraih oleh Alissa Bilqis Hidaya (9 S6), Syifa Azzahra Tungga Dewi (9 S6), dan Alfardan Kenzie Artistono (9 S1). Menutup daftar elit ini, peringkat kelima diraih secara kolektif dengan rata-rata 90,00 oleh Kaisah Billah Putri Qofal (9 S1), Tegar Muhammad Yasin (9 S2), Falih Akhdan Ahmad Faisol (9 S3), Paris Ichsan Al Zahir (9 S3), dan Anindita Kumala Candraningtyas (9 S6).
​Pencapaian gemilang ini langsung mendapat apresiasi yang luar biasa dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun serta Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah. Mereka mengaku sangat bangga atas kegigihan para siswa yang mampu membawa nama baik madrasah hingga dikenal sebagai sekolah yang Beken, sebuah tagline yang mencerminkan nilai Berkarakter Islami, Excellent, Kompeten, Elegan, dan Nasionalis. Pihak sekolah pun berpesan agar para siswa terus belajar, berusaha, dan berdoa agar kelak menjadi generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, berprestasi, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Nilai 100 mungkin hanyalah sebuah angka, tetapi proses di baliknya adalah tentang kerja keras yang konsisten, doa yang tak putus, bimbingan guru yang tulus, serta dukungan tenaga kependidikan yang solid. Kisah para siswa ini menjadi bukti nyata bahwa tidak ada yang mustahil jika kita mau berjuang, dan semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat untuk terus bersinar di jenjang pendidikan berikutnya.












