Surakarta — Suasana halaman MTsN Surakarta 1 pada Selasa pagi (13/10/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa berkumpul dengan riuh penuh antusiasme untuk menyambut kehadiran sepuluh alumni mereka yang kini resmi menjadi taruna-taruni di sekolah unggulan nasional, SMA Taruna Nusantara.
Kunjungan sosialisasi ini digelar sebagai langkah nyata madrasah dalam memperluas wawasan siswa, memberikan gambaran kehidupan _boarding school,_ serta membakar semangat para siswa untuk berani bermimpi besar melanjutkan pendidikan ke jenjang terbaik.
Motivasi Membara dari Halaman Madrasah
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.05 WIB ini dibuka dengan penataan barisan oleh Edi Hartanto, Waka Kesiswaan sebelum memasuki sesi sambutan utama. Kepala Madrasah, Nurul Qomariyah, memberikan arahan dan dorongan moral yang membakar semangat seluruh peserta didik untuk mulai bersiap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Cita-cita yang kita raih membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan semangat,” tegas Nurul Qomariyah, mengingatkan pentingnya daya juang sejak dini.
Suasana semakin meriah saat sepuluh alumni memasuki lapangan dengan didampingi orang tua masing-masing. Tepuk tangan riuh mengiringi kehadiran Rizky Galih S. (Sains 4), Paris Ichsan A. (Sains 3), Alfardan Kenzie A. (Sains 1), Fadil Pramudyaka K. (Sains 1), Falih Akhdan A. (Sains 3), Raditya Dzaky J. (Sains 3), Lubna Alifiatama N. (Sains 2), Aliya Safa A. (Reguler B), Callysta Abadi P. (Reguler A), dan Syifa Azzahra T. (Sains 6).
Dalam sesi pemaparan materi pada pukul 07.28, para alumni menjelaskan gambaran SMA Taruna Nusantara sebagai sekolah unggulan berbasis disiplin dan wawasan kebangsaan. Sekolah berasrama penuh ini kini telah berkembang pesat dengan Kampus Utama di Magelang serta cabang di Cimahi, Malang, Pagar Alam, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga Langowan.
Para alumni menekankan bahwa akademik yang kuat harus diimbangi dengan karakter kepemimpinan dan mental yang tangguh.
“Kalian nggak cukup jadi pintar. Kalian harus bisa jadi bos, harus bisa memimpin orang,” pangkas salah satu alumni pemateri di hadapan adik-adik kelasnya.
Komponen Seleksi Persyaratan & Target Minimal
* Kemampuan Akademik Penguasaan materi IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, & Bahasa Inggris
* Kemampuan Bahasa Inggris dengan skor TOEFL minimal 140,
* Potensi Akademik Skor Tes IQ minimal 110
* Kesiapan Fisik & Mental Kebugaran jasmani, tes psikologi, dan tes kesehatan
* Pengalaman Organisasi Keaktifan di OSIM, Paskibra, dan PMR
Peluang Beasiswa dan Kehidupan Asrama
Tak hanya soal disiplin ketat, para alumni juga membagikan kabar gembira mengenai tersedianya beasiswa penuh yang mencakup biaya pendidikan, fasilitas, hingga kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, terbuka pula peluang emas bagi lulusannya untuk menembus perguruan tinggi luar negeri.
Kak Syeril memberikan dorongan khusus bagi para siswa yang merasa ragu dengan kemampuan bahasa asing mereka.
“Jangan takut atau minder kalau belum lancar bahasa Inggris, karena selama pendidikan kalian akan dilatih secara intensif. Hal terpenting terpenting, jangan takut mencoba dan tetap berdoa meskipun harus bersaing dengan calon siswa terbaik dari Sabang sampai Merauke,” tutur Kak Syeril memberikan motivasi.
Sesi tanya jawab yang dibuka pada pukul 07.50 disambut antusias oleh delapan perwakilan siswa. Berbagai pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari di asrama terjawab dengan lugas.
Para alumni meluruskan pandangan umum dengan menjelaskan bahwa SMA Taruna Nusantara menerapkan budaya asah, asih, dan asuh—prinsip saling belajar, menyayangi, dan membimbing. Sekolah ini juga tidak hanya ditujukan bagi mereka yang ingin menjadi anggota TNI/Polri, melainkan terbuka luas untuk berbagai cita-cita dan profesi masa depan.
Di akhir sesi, Kak Galih membagikan pesan mendalam saat diwawancarai seusai acara:
“Hal yang ang ingin Abang sampaikan, apa yang sudah Abang beserta rekan-rekan jabarkan tolong didengarkan dan diresapi. Kalau bisa dicatat sebagai bekal mendaftar ke SMA Taruna Nusantara, agar langkah kalian lebih mudah karena sudah mendapatkan bocoran serta tips langsung dari kami,” ungkap Kak Galih.
Kegiatan sosialisasi resmi berakhir pada pukul 08.16. Harapan besar kini tertanam di dada seluruh siswa MTsN Surakarta 1 untuk terus berjuang, melangkah percaya diri, dan meraih sekolah impian demi masa depan yang gemilang.













