Atmosfer kompetisi yang sehat sekaligus penuh harapan menyelimuti gerbang MTsN Surakarta 1 pada Sabtu pagi (23 /05/ 2026). Sejak fajar menyingsing, ratusan calon murid baru didampingi orang tua mereka berbondong-bondong memadati area madrasah. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengikuti Tes Seleksi Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahap 2 Program Reguler Tahun Pelajaran 2026/2027. Sinergi apik antara panitia dan anggota OSIM yang sigap menyambut serta mengarahkan peserta ke ruang ujian membuat suasana yang semula padat tetap berjalan aman, tertib, dan sangat kondusif.
Tingginya antusiasme masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa MTsN 1 Surakarta masih kokoh sebagai salah satu madrasah favorit di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Tidak main-main, pada seleksi tahap kedua ini tercatat sekitar 530 pendaftar dari berbagai SD dan MI harus saling bersaing ketat demi memperebutkan kuota kursi yang terbilang terbatas, yakni hanya tersedia untuk 128 siswa baru. Tepat pukul 07.30, bel tanda ujian berbunyi, peserta langsung dihadapkan pada serangkaian materi ujian yang komprehensif, mulai dari kemampuan akademik, potensi belajar, hingga tes Baca Tulis Alquran (BTA) sebagai bagian dari penguatan karakter keagamaan khas madrasah.


Di dalam ruangan, para peserta tampak begitu serius dan fokus menggoreskan pena di bawah pengawasan ketat nan ramah dari pengawas. Sementara di luar ruangan, ketegangan bercampur doa membayangi para orang tua yang setia menunggu. Salah satu calon murid asal SD Ta’mirul Islam, Violin, mengungkapkan bahwa MTsN Surakarta 1 merupakan madrasah impiannya sejak lama. “Saya sangat tertarik masuk ke madrasah ini karena madrasahnya punya banyak prestasi dan lingkungan belajarnya terlihat sangat nyaman. Tempat ini memang jadi tujuan utama saya untuk melanjutkan sekolah,” tutur Violin dengan penuh harap usai keluar dari ruang ujian.
Harapan senada juga meluncur dari sudut selasar tunggu orang tua. Ibu Desi, salah satu wali murid bernama Jonathan dari MIN Surakarta, membagikan ceritanya mengenai alasan kuat memercayakan masa depan putranya di madrasah ini. “Harapan saya tentu supaya anak menjadi lebih baik dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih bagus ke depannya. Saya ingin agamanya lebih matang di sini, sekaligus dia bisa tumbuh menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan,” ungkap Ibu Desi tulus.
Melalui proses seleksi PMBM Tahap 2 yang berjalan tanpa kendala berarti ini, pihak MTsN Surakarta 1 berkomitmen penuh untuk menjaring bibit-bibit unggul terbaik. Madrasah berharap, ketatnya proses penyaringan ini tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memunculkan murid yang memiliki karakter religius yang kokoh, disiplin tinggi, serta berakhlak mulia yang siap membanggakan keluarga dan masyarakat di masa depan.













