Lambaian Haru Pengabdian Ibu Nurul dan Fajar Harapan Baru Civitas Akademika MTsN Surakarta 1

0
51

​Pergantian tampuk kepemimpinan di MTsN Surakarta 1 pada Senin pagi (19/10/2026) meninggalkan kesan yang sangat mendalam sekaligus menyalakan gelombang harapan baru di hati seluruh civitas akademika. Bagi guru, tendik hingga ratusan siswa, kepemimpinan Ibu Nurul Qomariyah bukan sekadar masa jabatan, melainkan rekam jejak pengabdian yang penuh kehangatan dan keteladanan. Tangis haru tak terbendung saat penayangan video kenangan serta penyampaian pesan perpisahannya yang menyentuh jiwa. “Izinkan saya mengucapkan terima kasih atas semua kerja samanya. Jika selama ini berjalan dengan baik, percayalah bahwa itu semua dilakukan secara bersama-sama dan meberikan yang terbaik dengan caranya masing-masing,” tutur Ibu Nurul. Ungkapan kerendahan hati ini menegaskan alasan mengapa sosok beliau begitu dicintai dan meninggalkan warisan kebersamaan yang kokoh di madrasah.

​Di tengah keharuan melepas sang pengabdi, optimisme membuncah saat civitas akademika menyambut nakhoda baru, Bapak Pramono. Antusiasme tinggi terpancar dari keterlibatan aktif lima organisasi siswa (OSIM, PMR, Jurnalistik, Paskibra, dan Pramuka) serta jajaran guru yang menyambut kehadiran mantan Kepala MTsN 2 Sukoharjo tersebut dengan parade seni tarian, hadrah, hingga pertunjukan Tari Saman. Harapan besar untuk membawa MTsN Surakarta 1 terbang lebih tinggi kian mengangkasa saat Bapak Pramono menyampaikan pidato perdananya. “Puncaknya rasa itu mutiara. Mutiara rasa. Dan MTsN Surakarta 1 sudah mencapai mutiara itu,” ungkap beliau mantap. Prosesi penyiraman tanaman yang dilakoni Bapak Pramono menjadi simbol mekarnya era baru—sebuah janji keberlanjutan prestasi dan semangat inovasi untuk memimpin madrasah selama dua periode ke depan.

Sinergi antara penghormatan atas masa lalu dan tekad menyongsong masa depan ini akhirnya ditutup dengan ramah tamah serta doa bersama seluruh keluarga besar madrasah. Nyanyian lagu Perahu Kertas yang dibawakan ibu Indah menjadi pengiring manis yang mencairkan suasana, menandai bahwa babak baru MTsN Surakarta 1 tidak hanya dimulai dengan struktur kepemimpinan yang segar, tetapi juga dengan persatuan rasa yang kian erat. Seluruh civitas akademika siap bergerak bersama Bapak Pramono untuk melanjutkan fondasi kokoh yang telah dibangun Ibu Nurul, demi mengantarkan MTsN Surakarta 1 menuju puncak-puncak prestasi baru yang kian gemilang.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini