Menjelang Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026, sebanyak delapan Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri dan swasta se-Kota Surakarta berkumpul untuk mematangkan persiapan akhir di ruang multimedia MTs Negeri 1 Surakarta pada Kamis (16/4/2026). Pertemuan yang dibuka oleh Sekretaris K2MTs, Bapak Faizul Kirom, menjadi momentum penting bagi para kepala madrasah dan pengawas untuk melakukan validasi dokumen serta memastikan seluruh instrumen ujian sesuai dengan standar Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Dalam arahannya, Pengawas Madrasah, Sri Hartati mengingatkan pentingnya integritas konten soal yang akan diujikan pada 20 April hingga 16 Mei mendatang. “Soal-soal yang disusun madrasah harus benar-benar divalidasi kelayakannya dan dipastikan tidak mengandung unsur SARA, politik, atau menyudutkan pihak tertentu,” tegas Sri Hartati saat memberikan pembinaan.

Selain aspek teknis, pertemuan ini juga menyoroti kebijakan ekotheologi melalui program inovatif bernama “Bernafas”. Sri Hartati menjelaskan, “Melalui program ini, saya mengajak seluruh elemen madrasah untuk menjaga lingkungan secara nyata melalui aksi bersama menanam pohon.” Semangat ini sejalan dengan upaya meningkatkan eksistensi madrasah di mata masyarakat luas. Sebagaimana yang ditekankan oleh Ketua K2MTs Kota Surakarta, Kirno Suwanto, bahwa madrasah kini memiliki daya saing yang sangat tinggi. “Kita harus terus berkembang agar madrasah semakin dikenal masyarakat umum. Terbukti dalam berbagai kejuaraan, prestasi madrasah kita tidak kalah dari sekolah-sekolah di bawah naungan kementerian lain,” ujar Kirno optimis.

Koordinasi ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan *checklist* validasi sebagai bukti kesiapan total setiap satuan pendidikan. Terkait teknis pelaksanaan, panitia memberikan fleksibilitas kepada setiap lembaga untuk menyesuaikan dengan kondisi sarana masing-masing. “Pelaksanaan ujian secara teknis diserahkan sepenuhnya kepada madrasah, baik menggunakan moda daring, digital, maupun berbasis kertas,” pungkasnya. Dengan ditandatanganinya berita acara tersebut, delapan MTs di Kota Surakarta resmi dinyatakan siap melaksanakan ujian yang akuntabel dan sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini