Suasana di lapangan madrasah mendadak bergemuruh penuh suka cita pada Sabtu (31/10 2026). Di tengah semarak tenda _market_ _day_ dan panggung utama yang megah, ribuan warga madrasah tumpah ruah merayakan puncak Fantasia 2026—sebuah festival akbar tahunan yang memadukan tiga momen istimewa sekaligus: Hari Santri, Bulan Bahasa, dan Festival Sains.

Setelah dua hari penuh ketegangan dan perjuangan sengit sejak Kamis -Jumat (29-30/10/ 2026 ) dalam 20 cabang lomba bergengsi—mulai dari cerdas cermat, olimpiade, teknologi tepat guna (TTG), hingga pidato, MHQ, dan MTQ—hari puncak ini menjadi momen paling dinanti untuk merayakan keringat, kerja keras, dan prestasi para murid.

Acara yang dimulai pukul 07.30 ini dibuka secara syahdu melalui alunan rebana tim hadrah serta lantunan ayat suci Alquran oleh Rais, siswa kelas 9 Sains 2. Kemeriahan kian terasa lewat penampilan memukau para finalis solo vocal yang membawakan lagu ” _Risk_ _It All”_ hingga pembacaan puisi yang begitu menghayati. Tak ketinggalan, suguhan budaya seperti tari saman, tarian Jawa, pertunjukan wayang, dan penampilan band musik sukses membuat penonton terpukau.

Sisi paling emosional dan magnet utama dari puncak acara ini tersaji saat pengumuman kejuaraan dilangsungkan dari panggung utama. Sorak-sorai gemuruh, debar jantung, dan rasa penasaran menyelimuti para murid saat menunggu nama mereka dipanggil.

Bagi Abarashi, siswa kelas 9 Tahfidz yang sukses menyabet Juara 1 lomba Teknologi Tepat Guna (TTG), momen pengumuman tersebut menyimpan cerita haru tersendiri.

“Momen yang berkesan bagi saya itu waktu pengumuman kejuaraan. Sebenarnya saya nggak percaya diri, tapi kami yakin bisa jadi juara,” ungkap Abarashi dengan senyum sumringah usai menerima penghargaan di atas panggung.

Apresiasi tinggi turut disuarakan oleh Kepala Madrasah, Pramono. Beliau menegaskan bahwa seluruh murid yang berpartisipasi telah menunjukkan potensi luar biasa.

“Semuanya punya mental juara. Semuanya mempunyai prestasi,” tutur Pramono, Kamad memberi motivasi penuh semangat.

Semakin menguatkan makna acara, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo yang turut hadir berpesan agar para murid senantiasa menjaga konsistensi prestasi.

“Saya kira untuk menginspirasi itu seseorang harus punya sesuatu. Harapan saya, prestasi tetap dijaga, tetap istiqomah, kemudian bisa menginspirasi yang lain,” pesan beliau di hadapan para santri dan pelajar.

Selain panggung apresiasi, kemeriahan Fantasia 2026 juga terasa lezat dan interaktif berkat _market day_ oleh kelas 9 yang menyajikan beragam jajanan hingga minuman menyegarkan pelepas dahaga.

Fantasia 2026 bukan sekadar kompetisi perebutan piala, melainkan sebuah perayaan kreativitas tanpa batas yang membuktikan bahwa panggung madrasah adalah tempat lahirnya generasi yang cerdas, religius, berjiwa seni, dan siap menginspirasi negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini