SURAKARTA – Ada yang baru dan segar dari MTsN Surakarta 1. Bukan sekadar renovasi gedung atau prestasi lomba matematika, kali ini madrasahnya para juara ini resmi meluncurkan SatuPod Drawinska, sebuah platform podcast yang siap menjadi wadah aspirasi dan kreativitas siswa di era digital.
Dalam peluncurannya yang penuh haru dan kebanggaan, Kepala Madrasah mengungkapkan bahwa kehadiran SatuPod adalah jawaban atas tantangan zaman. “Jujur, perasaan saya hari ini campuran antara bangga dan haru. Ini bukti bahwa madrasah kita tidak hanya fokus pada kitab dan buku, tapi juga melek teknologi,” ungkap Nurul Qomariyah, Kamad, dengan binar mata bahagia.
Filosofi di Balik Nama “SatuPod”.
Mungkin banyak yang bertanya, apa sih arti di balik nama unik ini? Ternyata, SatuPod Drawinska bukan sekadar singkatan dari Surakarta 1 Podcast. Satu melambangkan semangat _unity_ atau persatuan.
Pod merupakan identitas media podcast yang modern.
Drawinska merupakan singkatan dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Surakarta.
“Harapan saya, tempat ini menjadi wadah di mana satu suara bisa menginspirasi ribuan telinga,” tambah Nurul Qomariyah.
SatuPod bukan sekadar tren, tapi kebutuhan.
Selama ini, ide-ide kritis dan cerdas siswa seringkali hanya terdengar di balik dinding kelas. SatuPod hadir sebagai “corong” modern agar prestasi dan pemikiran hebat warga madrasah bisa melesat melampaui pagar sekolah. Di era digital, podcast dianggap sebagai “wajah” madrasah yang adaptif dan kekinian, menepis kesan bahwa institusi agama itu kaku.
Menariknya, SatuPod ini dirancang menjadi “ruang aman” bagi siswa yang selama ini punya bakat, tapi masih malu-malu kucing. Di sini, mereka akan dilatih mentalnya untuk berbicara di depan mikrofon dan belajar bahwa setiap suara itu berharga.
Namun, bukan hanya soal bicara. Ada misi penting yang dititipkan dalam SatuPod ini, yaitu :
* Integritas (Kebenaran): Konten harus bebas hoaks.
* Akhlakul Karimah: Tetap sopan dalam berpendapat.
* Literasi: Konten yang dihasilkan harus berbobot atau “berdaging”.
“Menjadi viral itu mudah, tapi menjadi bermanfaat itu yang utama,” pesan Kepala Madrasah kepada seluruh calon kreator muda Drawinska.
Kepada tim kreatif, beliau mengingatkan bahwa tantangan terberat bukanlah membangun, melainkan konsistensi. ” _Content is king, but consistency is_ _queen ,” ujarnya. Beliau mengajak seluruh siswa untuk tidak hanya menjadi penonton di dunia digital, tapi menjadi kreator yang menyebar manfaat.
Peluncuran ini ditutup dengan doa dan harapan agar SatuPod Drawinska menjadi wasilah (perantara) kebaikan bagi MTsN Surakarta 1. Dari ruangan studio yang mungil, diharapkan lahir ide-ide raksasa yang membawa perubahan positif.
Maju terus SatuPod Drawinska! Tetaplah menjadi suara yang menginspirasi.










