SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MTSN 1 SURAKARTA - SITUS INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI ANTARA PESERTA DIDIK MAUPUN MASYARAKAT UNTUK MENGETAHUI INFORMASI DAN KEGIATAN-KEGIATAN LEBIH LANJUT YANG DILAKSANAKAN DI SATUAN PENDIDIKAN MTSN 1 SURAKARTA

MTsN Surakarta 1 Sabet Juara III di Ajang Myres 2021

0

 MTsN Surakarta 1 Sabet Juara III di Ajang Myres 2021

Surakarta: Tim Myres MTsN Surakarta 1 menorehkan prestasi tingkat nasional di bidang riset. Aliyah Khuzama (9FD1) dan Zaidatun Nadliroh (9PK1) yang dibimbing oleh Ibu Nirmala Fitri Qomariyah, SPdI berhasil meraih juara 3 tingkat nasional Madrasah Young Research Super Camp (Myres) 2021 yang digelar Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag), pada 3-6 Desember 2021.

Kementerian Agama (Kemenag) yang telah mengumumkan para pemenang Madrasah Young Reseaarch Super Camp (Myres) 2021 bersamaan dengan dengan acara pembukaan International Conference on Madrsah Reform (ICMR)di Surabaya. Ajang ini dibagi dalam dua jenjang, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).  

Alhamdulillah, setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat,Tim Myres MTsN Surakarta 1 berhasil menjadi juara 3 tingkat nasional pemenang ajang Myres 2021,” ungkap Nirmala selaku pembimbing dari Tim Myres MTsN Surakarta 1.

“Menurut kami, MYRES merupakan ajang yang bergengsi, karena di MYRES madrasah-madrasah dari berbagai daerah bisa bersaing dengan judul penelitian yang unik dan inovatif,” tutur Aliyah Khuzama..

Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) 2021 adalah ajang lomba yang diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI tentang lomba karya tulis ilmiah siswa madrasah berbasis riset bagi siswa MTs dan MA. MYRES 2021 dikelompokkan pada 3 bidang yaitu ilmu keagaman islam, ilmu sosial kemanusiaan, ilmu matematika sains dan pengembangan teknologi.

Adapun Myres bertujuan mengembangkan potensi intelektual siswa madrasah, sekaligus mendorong pencapaian hasil penelitian mereka yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif.

Tahapan lomba ini dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu dari pendaftaran pengunggahan proposal (Tahap I), presentasi proposal terpilih (Tahap II), workshop bimbingan dan pendampingan, presentasi hasil penelitian, dan tahap terakhir adalah EXPO 2021 yang penelitian berhasil hingga grand final

Mulai tanggal 25 Juni hingga 30 Juli 2021 MTsN Surakarta 1 mendaftarkan 22 proposal penelitian. Siswa-siswa ini didampingi oleh guru-guru MTS Negeri Surakarta 1 sebagai pembimbingnya. Hingga pengumuman proposal terpilih dari ribuan proposal yang masuk ke panitia lomba hingga tahap akhir penelitian MTSN 1 Surakarta maju ke tahap akhir yaitu merk Expo 2020 1 yang diadakan di Surabaya dari tanggal 3 sampai 6 Desember 2021.

            “Alhamdulillah proposal penelitian keagaamaan dengan judul “Peran Ulama Keraton dalam Kegiatan Keislaman di Keraton Solo”lolos dan menjadi juara 3. Terima kasih kami ucapkan pada semua bapak ibu guru dan pembimbing yang telah mendampingi Tim Myres. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi penelitian tahun berikutnya, tutur Mihati Latifah, Sie Prestasi. “Perjuangan yang panjang membuahkan hasil yang membanggakan. Ternyata semakin sulit perjuangan akan semakin indah saat mencapai kemenangan, “tambah Mihati.(Nur Asih/ Diana)

Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Dalam Proses Pembelajaran Siswa

0

Perpustakaan merupakan tempat dimana bahan pustaka disimpan dan perpustakaan sekolah adalah sarana dan prasarana yang diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran di sekolah sehingga mendorong terwujudnya kualitas pendidikan Indonesia yang berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Keberadaan perpustakaan sekolah adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat sekolah yang bersangkutan, berperan sebagai media dan sarana untuk menunjang kegiatan dalam proses pembelajaran ditingkat sekolah. Oleh karena itu, perpustakaan sekolahharus dapat memainkan peran dalam memajukan masyarakat sekolah melalui ilmu pengetahuan dan informasi yang harus diwujudkan secara efektif dan efisien, sehingga perpustakaan sekolah perlu merealisasikan misi, misi dan kebijakannya dalam memajukan masyarakat sekolah dalam penyelenggaraan perpustakaan dengan baik dan benar.
Penyelenggaraan perpustakaan yang baik dan benar meliputi koleksi perpustakaan,
pengolahan koleksi dan pustaka, pelayanan perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan.
Namun pada kenyataannya, masih banyak juga sekolah yang kurang memperhatikan
penyelenggaraan perpustakaan sekolah, sehingga masyarakat sekolah khususnya siswa kurang menyadari keberadaan perpustakaan sekolah untuk dimanfaatkan sebagai pusat sumber belajar.
Peranan perpustakaan dalam pendidikan sangat penting, yaitu membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Dengan demikian sasaran dan tujuan operasional dari perpustakaan sekolah adalah untuk memperkaya, mendukung, memberi kekuatan, dan mengupayakan penerapan program pendidikan yang memenuhi setiap kebutuhan siswa, seperti misalnya dalam meningkatkan minat baca siswa.
Perpustakaan memiliki kedudukan yang utama di dalam setiap program pendidikan sebagai the heart of the educational program. Perpustakaan sekolah harus menjadi pusat kegiatan yang berlangsung di sekolah. Perpustakaan sekolah diadakan bukan lagi hanya sekedar melayani selera para siswa untuk membaca buku-buku, tetapi juga harus dapat membantu para siswa mengasah otak, memperluas dan memperdalam pengetahuan, melahirkan kecekatan, serta membantu siswa dalam aktivitas-aktivitas kurikuler dan ekstra kurikuler.
Guru adalah orang yang bergaul setiap hari secara langsung dengan siswa di kelas melalui proses belajar mengajar. Pengayaan proses belajar mengajar di kelas hanya akan terjadi apabila guru pandai menggunakan peluang dan kesempatan agar siswa senantiasa aktif mengikuti pelajaran dengan menyertakan berbagai sumber belajar yang tersedia dan mungkin untuk didayagunakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah memberikan tugas yang merujuk di perpustakaan, memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu membaca buku dan mencintai buku sejak awal. Karena itu upaya pengembangan/peningkatan minat baca dan kebiasaan di sekolah.
perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran siswa terhadap minat baca siswa, bahwa disimpulkan perpustakaan berfungsi sebagai pusat edukasi berarti perpustakaan harus berfungsi sebagai guru atau sebagai pusat sumber belajar yang menyajikan berbagai kebutuhan para siswa.Salah satu tujuan perpustakaan sekolah adalah mengembangkan dan meningkatkan minat baca. Untuk mengembangkan perpustakaan sebagai sumber belajar dan pusat baca, perlu diciptakaan atmosfir sekolah yang menunjang.
Upaya-upaya peningkatan minta membaca perlu dilakukan baik oleh guru dengan tujuan
agar siswa mempunyai kemauan untuk melakukan kegiatan membaca sesering mungkin di luar kelas. Pada lingkungan sekolah perpustakaan mempunyai peran yang sangat strategis dalam hal penyediaan fasilitas untuk meningktkan minat baca siswa. Minat dan kegemaran membaca tidak dengan sendirinya dimiliki oleh seseorang, termasuk anak-anak dalam usia sekolah.
Oleh karena itu, sekolah yang sadar dengan kehadiran perpustakaan akan mewujudkan
siswa yang gemar membaca atau reading society. Perpustakaan dapat mengajarkannya tentang rasa tanggungjawab dalam meminjam dan menjaga koleksi dari kerusakan atau hilang, membiasakan aktifitas membaca dalam mengisi jam istirahat, serta kebiasaan baik lain yang tercermin dalam tata tertib maupun peraturan perpustakaan. (Anggun Latifaturrohmah)

Pendidikan cerdaskan kehidupan bangsa

0

Pendidikan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini tertuang dalam UUD tahun 1945 bahwa, kemerdekaan untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia dengan tujuan antara lain mencerdaskan kehidupan bangsa dalam Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasar Pancasila. Proses Pendidikan yang baik akan melahirkan manusia yang berkualitas serta memiliki potensi untuk memajukan bangsa dan negara.
Untuk mewujudkan hakikat suatu Pendidikan perlu adanya pengelolaan peserta didik guna mencapai suatu tujuan Pendidikan yang diharapkan. Peserta didik merupakan subjek utama dalam Pendidikan yang terdaftar pada Lembaga Pendidikan untuk mengembangkan petensi dirinya seperti bakat, minat, kebutuhan. Oleh karena itu peserta didik membutuhkan pengajaran dan Pendidikan untuk mengembangkan potensi dirinya sendiri.
Dalam era modern ini dibidang Pendidikan terutama sebagai seorang pendidik perlu dipertimbangkan dan diperhatikan dalam kegiatan belajar mengajar. Setiap pelaksanaan belajar mengajar disekolah harus sesuai dengan karakteristik, gaya belajar, dan kebutuhan peserta didik. supaya kualitas pembelajaran untuk peserta didik meningkat baik dari segi keilmuaan maupun akhlaknya.
Peserta didik memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan, baik secara psikis maupun fisik. Begitu pula dengan kebutuhan peserta didik .peserta didik harus tahu dan memahami kebutuhanya, namun itu semua tidak terlepas dari keterlibatan seorang pendidik, karena seorang pendidik harus memahami dan memberikan pemahaman tentang keutuhan peserta didik itu sendiri. Dengan demikian karakteristik, gaya belajar, dan kebutuhan peserta didik perlu dipahami pe didik agar rancangan suatu Pendidikan dapar berjalan secara optimal. ( Jauharul Fuad Rohas )

Pelaksanaan ANBK MTsN Surakarta 1 di Tengah Masa Pandemi

0

c

 Surakarta- Asesmen Nasional  BerbasisKomputer (ANBK) adalah program evaluasi yang diselenggarakan Kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan ouput di seluruh satuan pendidikan. MTsN Surakarta 1 melaksanakan ANBK 2021denganmengikuti gelombang 2danbertempat di Ruang CBT Gedung 2. Kegiatan tersebut dilaksanakan  pada  Rabu-Kamis (06-07/10/2021) terbagidalam 3 sesi. Sesi 1 pukul 07.30 – 09.40, sesi 2 pukul 10.40 – 12.50, dan sesi 3 pukul 14.20 -16.30. Setiap sesi  diikuti oleh 15 peserta sesuai dengan POS danJuknisANBK masa pandemi 2021. Pelaksanaan ANBK di MTsN Surakarta I tidak hanya diikuti oleh siswa dari madrasah tersebut, tetapi juga diikuti oleh siswa MTs Al Mujahidin sebagai madrasah yang menumpang.

“Selama pelaksanaan ANBK, peserta harus tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Sebelum masuk ke ruang Asesmen Nasional Peserta ANBK harus melakukan cek suhu dan basuh tangan dengan handsanitizer serta wajib memakai masker dan tetap jaga jarak, “jelas Rais Hidayat, Sekretaris ANBK MTsN Surakarta 1.”Kegiatan ANBK ini diikuti oleh olehKamad, GTK, dan siswa kelas 8 yang terpilih sebagai sampel yaitu sebagai 45 peserta utama dan 5 siswa sebagai peserta cadangan serta 6 siswadari MTs Al Mujahidin,”tambahRais.

Sebelum pelaksanaan ANBK, Joko Sutopo selaku Waka. Kurikulum sekaligus Ketua Pelaksanaan ANBK memberikan pembekalan pada peserta ANBK. “Hal-hal yang harus kalian perhatikan dalam kegiatan ini adalah, peserta ANBK harus menjaga prokes. Kalian harus hadir di madrasah 30 menit sebelum pelaksanaan dan tidak boleh terlambat. Kalian tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi dan kerjakan dengan jujur. Persiapkan diri kalian untuk menghadapi kegiatan ini dengan baik. Satu hal lagi jangan lupa membawa kartu peserta ANBK, pesan Joko.

Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar yaitu literasi, numerasi, dan karakter serta kualitas proses belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrument utama, yaitu Asesmen Kompetisi Minimum (AKM), SurveiKarakter, danSurvei Lingkungan Belajar.”Pelaksanaan ANBK tidak hanya diikuti oleh siswa (sampelsiswa) tapi juga diikuti oleh bapak ibu GTK untuk materi Survei Lingkungan Belajar. Untuk itu bapak ibu wajib mengikuti dan mengerjakan melalui laptop atau android yang terhubungdengan internet.Kartu login sudah kami bagi di mejabapakibu. “tuturJokosaatmengingatkankeikutsertaanbapakibu GTK dalamkegiatanini.

Hasil ANBK tidak digunakan untuk menilai siswa atau pun kinerja guru dan sekolah Asesmen ini akan dilaksanakan setiap tahun dan hasilnya akan dilaporkan pada setiap sekolah atau madrasah. Tujuannnya agar kinerja sistem terpantau secara berkala dan hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran. Evaluasi kinerja tidak hanya berdasarkan skor rerata, tetapi juga perubahan skor atau tren dari satu tahun ketahun berikutnya.“Alhamdulillah kegiatan ANBK berjalan dengan baik dan lancar. “Saya berharap dengan kegiatan ini dapat menghasilkan gambaran karakteristik MTsN Surakarta 1serta meningkatkan kompetensi minimum siswa terutama budaya literasi dan numerasi.

. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi segenap civitas akademikaMTsN Surakarta 1, “harap Kirno, Kamad. (Diana/ Rais)

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MTsN Surakarta 1

0

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MTsN Surakarta 1

            Surakarta- Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) MTsN Surakarta 1tahun  pelajaran 2020-2021 dilaksanakan pada Senin (04/10/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang multimedia gedung 1 daripukul 08.00 sampai dengan 11.30. Tim Penilai yang bertugas adalah Pengawas Madrasah Kota Surakarta yaitu Dra.SriHartati, M.Pd. dan Istiqomah, M.Pd.

            “Selamat datang kami ucapkan kepada Tim Penilai PKKM MTsN Surakarta 1. Selamat bertugas dalam kegiatan PKKM hari ini.Kami dan segena ppanitia PKKM berusaha mempersiapkan berkas dan instrument dengan sebaik-baiknya. Harapan kami semoga dengan PKKM ini akan membawa kebaikan dan kemajuan MTsN Surakarta 1, “tutur Kirno, Kamad, dalam sambutannya.

            Sebelum  PKKM dimulai, kegiatan diawali dengan presentasi kepala madrasah.Dalam kesempatan ini Kamad memaparkan tujuan dan program madrasah serta kewirausahaan  dan supervisi guru dan tenaga kependidikan. “Kami mempunyai tujuan untuk menjadikan siswa madrasah menjadi siswa yang pintar, cerdas, dan saleh. Pintar sama dengan pandai, banyak akal dan mahir. Cerdas berarti sempurna perkembangan akal budinya dant   ajam dalam berpikir dan saleh bermakna taat dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah. Dengan tujuan tersebut kami ingin mencetak siswa MTsN Surakarta 1 menjadi siswa yang unggul dalam Iptek dan Imtak, “paparKirno.

            PPKM yang di lakasanakan di MTsN Surakarta ini merupakan PPKM periode tahunan. Tahun ini merupakan tahun pertama, karena periode 4 tahunans udah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. “Ada 4 komponen yang akan dinilai pada kegiatan ini. Komponen pertama yaitu usaha pengembangan madrasah dan komponen ke-dua pelaksanaan tugas manajerial. Komponen ke-tiga pengembangan kewirausahaan dan ke-empat supervise GTK. Penilaian komponen pertama dan ke-dua saya yang akan menilai, sedangkan penilaian komponen ke-tiga dan ke-empat akan dinilai oleh Bu Istiqomah, “jelas Sri Hartati, Pengawas Madrasah Kota Surakarta.SriHartati juga menjelaskan tugas Tim Penilai tidak hanya mencari kekurangan dan kelemahan Kepala Madrasah, tetapi memberimasukan dan saran pada Kepala Madrasah.

            “Salut untuk panitia PKKM MTsN Surakarta 1. Terimakasih untuk keterbukaan bapak ibu panitia dalam penilaian  ini. Kegiatan ini  merupakan embrio atau persiapan dalam menghadapi akreditasi di tahun pelajaran 2021-2022. Dari 4 komponen yang dinilai, hasilnya sudah baik dan lengkap.Hanya ada beberapa kekurangan yang sudah direkap oleh panitia untuk perbaikan selanjutnya. Meskipun hasilnya sudah baik, bapak ibu guru tidak boleh terlena.Hal yang sudah baik harus ditingkatkan dan dipertahankan, “jelas Istiqomah, Tim Penilai.

            “Alhamdulillah kegiatan PKKM berjalan lancar. Ada beberapa catatan baik berupa kekurangan dan masukan untuk madrasah kami dari Tim Penilai untuk membawa MTsN Surakarta 1 menjadi ‘Madrasah Mandir iBerprestasi’. Terimakasih bapak ibu panitia atas kerjasama yang luar biasa,”tutur Ari Purwani, Sekretaris PKKM MTsN Surakarta 1.(Diana/Asih)

Dua Siswa MTsN Surakarta 1 Maju KSN tingkat Provinsi

0

Dua Siswa MTsN Surakarta 1 Maju KSN tingkat Provinsi

Surakarta-Uways Abdul Hamid (9PK1) dan Azka Nur Jauhar (9PK1) adalah 2 siswa MTsN Surakarta 1 yang lolos Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahap 1 atau tingkat kota. Uways menduduki peringkat pertama untuk mapel IPA dan Azka peringkat ke-lima untuk mapel matematika. Keduanya berhak maju di tingkat provinsi setelah lolos tahap pertama yang dilaksanakan pada 14-15 September 2021 dengan system daring dengan cara mengunduh aplikasi KSN di playstore.

Sebelum pelaksanaan KSN, dilakukan simulasi dari Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbud sebanyak 3 kali dari bulan Agustus sampai September.Untuk mapel IPS dan IPA dilaksanakan tanggal 14 September 2021 dan Matematika 15 September 2021. Hasil KSN tahap 1 diumumkan pada tanggal 23 September 2021 dan membuahkan capaian prestasi luar biasa yaitu, lolosnya 2 siswa MTsN Surakarta 1 untuk maju tingkat provinsi.

“Sebelum kami mengirimkan 3 siswa untuk maju KSN tahap 1 atau tingkat kota, Sie Prestasi mengadakan seleksi tingkat madrasah. Seleksi ini diikuti oleh siswa kelas 7,8, dan 9 sesuai dengan mapel pilihan siswa secara daring. Dari hasil seleksi dipilih 3 siswa dengan nilai tertinggi di setiap mapel IPA, IPS, dan Matematika. Siswa yang terpilih dibimbing secara daring dan luring oleh guru pembimbing,”jelas Mihati Latifah, Sie Prestasi.

“Alhamdulillah anak-anak sangat kooperatif dan semangat dalam mengikuti bimbingan. Baik bimbingan luring maupun daring. Mereka sangat bersemangat dalam menerima materi dan mempelajari hal-hal baru yang diberikan. Semangat untuk berkompetisi pun tidak diragukan. Hal inilah yang membuat pembimbing juga bersemangat dalam membimbing,”tutur Umi Nurjanah, Pembimbing KSN.

“Mengikuti lomba, kompetisi,dan olimpiade sudah merupakan hal yang biasa bagi saya bahkan tidak terhitung. Baik lomba dan kompetisi yang diikutkan dari madrasah maupun mandiri saya berusaha untuk mengikuti dengan sebaik-baiknya. Mengikuti bimbingan dan latihan yang diberikan bapak ibu guru dengan baik adalah cara saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Bagi saya setiap lomba merupakan ajang untuk mengasah kemampuan dan menambah wawasan baru. Alhamdulillah usaha tidak mengkhianati hasil, terima kasih bapak ibu guru atas bimbingannya. Mohon doanya semoga di tingkat provinsi mendapatkan hasil terbaik, “harap Uways, Pemenang KSN IPA.

“Selamat untuk Ananda berdua telas lolos di tahap 1 ini. Perjuangan masih belum berakhir .Ada tiga kunci sukses dunia akhirat yaitu ikhtiar, doa dan tawakal.  Ikhtiar dulu, berusaha, berjuang semaksimal mungkin. Jangan lupa berdoa, karena ikhtiar tanpa doa berarti melupakan hakikat bahwa manusia tidak berkuasa atas apapun kecuali izin Allah. Hal terakhir bertawakal atau berserah diri pada Allah. Jika Allah sudah berkehendak maka hal-hal yang sulit pun akan menjadi mudah. Semangat anak-anakku semoga Allah memberikan hasil terbaik, “nasihat Kirno, Kamad.(Diana/ Asih)

Pramatsa Raih Juara Umum di COMBO 2021

0

Pramatsa Raih  JuaraUmum di COMBO 2021

SURAKARTA – Pramuka MTs Negeri Surakarta 1 (Pramatsa) mengikuti lombaComed for Scout Movement Boys Scout Jamboree 2021(COMBO) yang diselenggarakan oleh UKM Pramuka Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara daring di pangkalan MTs Negeri Surakarta 1, Kegiatan ini  berlangsungdariJumat – Minggu (27-29/08/2021) dan diikuti oleh PramukaPenggalangSMP/MTs se-Jawa Tengah. Pramatsamengirim regu putra dan regu putri yang masing-masing berjumlah 10 orang anggota.

Serangkaian kegiatan lomba diikuti oleh peserta dengan baik dan tertib dimulai dari technical meeting, upacara pembukaan, webinar, pengumpulan karya, serta pengumuman hasil lomba.

Upacara pembukaan dilaksanakan secara daring diikuti oleh seluruh peserta lomba dan pembina melalui aplikasi video konferensi Zoom dari rumah masing-masing. Upaya ini dilakukan guna mengurangi kerumunan mengingat pandemi COVID-19 masih melanda.

Semangatmembarasertasportifitaspesertalombaterpancardaridirimerekasaatmengikutilombaini. Sepertitemakegiatan COMBO kali iniyaitu“Semangat membara, sportifitas terjaga, berkarya dalam Pramuka”.

Webinar yang diselenggarakan mengangkat tema “Zero Waste di masa pandemic”menjadi salah satu ketentuan penilaian juara kategori pangkalan paling aktif, dihadiri seluruh peserta secara daring melalui aplikasi video konferensi Zoom.Penilaian tersebut dinilai dari pangkalan yang aktif bertanya seputar tema saat webinar. Selain itu peserta diwajibkan untuk merangkum isi webinar sebagai bukti kehadiran mengikuti webinar. 

Peserta perwakilan Pramatsa, Syifaul, Al-Fath, Hafidz, Ridwan, Dimassebagai peserta TikTok Semaphore Danceregu putra dan Izza, Evayluna, Miftah, Nabila, Eska sebagaipeserta regu putri. Zidan, Nadhif, Naraya sebagai peserta Handycraft regu putra dan Shafna, Fatihah, Syafana sebagai peserta regu putri. Hayyunefin sebagai peserta Menulis Berita regu putra dan Nashira sebagai peserta regu putri. Zein sebagai peserta Cipta Baca Puisi regu putra dan Nabilla sebagai peserta regu putri.

Menurut Syafana peserta reguputriperwakilan Pramatsa,lomba ini mampu mengadaptasi dan mengikuti trenyang sedang naik daun belakangan ini.

“Kami (peserta) diwajibkan mengunggah twibbon ke akun sosial media pribadi sebagai salah satu syarat lomba dan penilaian juara favorit seperti tren akhir-akhir ini. Dan salah satu mata lomba TikTok DanceSemaphore mengharuskan peserta membuat video menari dengan bendera semaphore menggunakan aplikasi TikTok yang ramai digemari saat ini” ucapnya.

Pramatsa meraih juara favorit, juara umum 1, piala bergilir Gubernur Jawa Tengah, Juara 1 Menulis Berita Putra, Juara 1 Menulis Berita Putri, Juara 1 Cipta Baca Puisi Putra, Juara 1 Cipta Baca Puisi Putri, Juara 1 TikTok Semaphore Dance, Juara 2 Handycraft Putra, Juara 3 TikTok Semaphore Dance Putri, Juara 3 Handycraft Putri. (Nashira/Diana)

Kemenag Surakarta Kebut Vaksin untuk Siswa Madrasah

0

Kemenag Surakarta Kebut Vaksin untuk Siswa Madrasah

Surakarta-Percepatan vaksinasi juga menyasar siswa MTsN Surakarta 1. melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta. Gelombang pertama ini, digelontor sekitar 950 dosis Vaksin Sinovac. MTsN Surakarta 1 mendapat kuota sebesar 602 siswa. Jumlah tersebut terbagi menjadi 2 tahap yaitupada hari, Senin-Selasa (30-31/08/ 2021) bertempat di Rumah sakit jiwa Daerah (RSJD), Dr Oen Kandang Sapi, dan Panti Waluyo.

“Pelaksanaan vaksinasi hari pertama dan kedua alhamdulillah lancar. Kegiatan hari pertama diikuti 0leh 515 siswa yang terbagi di 3 rumah sakit. Di RSJD ada 300 siswa, di Rs Dr Oen 200 siswa dan Rs Panti Waluyo 15 siswa. Untuk hari Selasa diikuti 87 siswa. Untuk menghindari kerumunan, pihak RSJD membagi kehadiran siswa menjadi 3 gelombang. Gelombang 1 dengan  urutan 1-100 dimulai pukul 07.30 – 08.30, gelombang 2 nomor urut 101-200 dimulai pukul  08.30 – 10.30, dan gelombang 3 nomor urut 201-300 pada 10.30 – 11.30, “jelas Budi Santoso, Waka Humas MTsN Surakarta 1.

Untuk memperlancar kegiatan tersebut MTsN Surakarta 1 menempatkan 26 wali kelas di lokasi vaksin. Sebanyak 16 wali kelas bertugas di RSJD, 8 di RS Dr Oen, dan 2 di RS Panti Waluyo. Wali kelas bertugas mendampingi siswa dalam pelaksanaan vaksin mulai dari menatur tempat antrean, mengisi data, screening awal sampai masuk ruang vaksin. “Ayo, Nak jangan tegang. Minum dulu dan duduk  dulu. Tarik napas panjang dan rileks saja, tidak usah takut, ujar Sri Innayati, Wali Kelas 7 Sains 3 menenangkan siswanya. Ada beberapa siswa yang tekanan darahnya tinggi karena takut sehingga perlu didampingi.

Pelaksanaan vaksin hari kedua di RS Panti Waluyo juga berjalan lancar. Dari 87 siswa yang masuk daftar hanya ada 3 siswa yang tidak bisa divaksin. Satu siswa karena selesai isolasi mandiri sehingga harus menunggu 3 bulan kemudian untuk vaksin. Dua orang siswa tidak hadir karena sakit. “ Saya izin tidak vaksin hari bu karena sedang sakit, saya akan ikut kuota vaksin berikutnya, “izin Rasendriya Prima Abimanyu, Siswa Kelas 7 Sains 6.

“Percepatan vaksin untuk siswa madrasah ini disiapkan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Alhamdulillah sudah sekitar 70 persen siswa MTsN Surakarta 1 sudah divaksin. Bahkan hari ini (Selasa, 31/08/2021) sudah dibuka lagi pendaftaran vaksin untuk siswa yang belum vaksin dari Kemenag Kota Surakarta. Kami juga bersyukur atas respon wali murid untuk percepatan vaksin siswa. Semoga dengan ikhtiar ini pandemi akan segera berakhir”, harap Kirno suwanto, Kepala MTsN Surakarta1

Percepatan vaksin untuk siswa sangat penting, selain untuk mendukung kekebalan tubuh juga sebagai perlindungan generasi bangsa. Tetapi vaksin bukan satu-satunya hal yang harus dipersiapkan untuk pelaksanaan PTM, memelihara  protokol kesehatan dan menghindari keruumunan juga harus dijaga. (Diana/ Asih)

Proposal MTsN Surakarta 1 Masuk 15 Besar MYRES 2021

0

Proposal MTsN Surakarta 1 Masuk 15 Besar MYRES 2021

Surakarta- Setelah lolosdaritahapPenilaian Proposal yang diikuti 3000 lebihpeserta,  MTs se-Indonesia, Tim MTsN Surakarta 1 melajukebabakpresentasi. Presentasi Proposal dilaksanakanKamis (26/08/2021). Pada tahapini pun Tim MyresMTsN Surakarta 1 juga dinyatakanlolos dan mendudukiperingkat ke-8 di 15 besar. Hal inidiumukan pada Senin (30/8/2021) dan berhakmaju pada babakberikutnya,

“Sungguhbanyakhal yang patutkitasyukuriatascapaianluarbiasaini. Setelah 20 proposal berhasildikirimdengankondisilengkap dan 2 proposal lolosuntuktahappresentasiyaitupenelitian di bidangsoshum dan ilmu agama. Alhamdulillah satu proposal loloslagiuntukmajutahapberikutnya. Proposal yang lolosdenganjudul “Peran Ulama KeratondalamKegiatanKeislaman di Keraton Solo” . Proposal tersebutditulis oleh Aliya Khuzama (9FD1) dan Zai’datunNadiroh (9 PK1) denganpembimbingFitriQomariah”, jelasMihati Latifah, Sie Prestasi.

“Kami tertarikdenganjudulpenelitiantersebutkarenatidaktidaksedikit orang yang masihasingdengansebutan “ulama keraton”. Dalampenelitianininanti kami akanmengulasapasaja dan seberapabesarperan ulama keratodalamkegiatankeislamanKeraton solo”, papar Aliyah Khuzama, Tim MyresMTsN Surakarta 1. Kami juga mengucapkanterimakasih pada bapakibu guru MTsN Surakarta 1 pada umumnya dan pada pembimbing kami pada khususnya. Terimaatasbimbingan, dukungan, dan doa yang diberikan pada tim kami. Kami juga mengharapbimbingan dan doauntukmaju pada babakberikutnya”, tambah Aliyah.

“Tidaksedikittantangan yang harus kami hadapisaatmelalukanpresentasi. Selainharusmenyiapkan mental, kami juga harusmenyimpulkan dan memahamimateri yang dipresentasikan. Ada kendalateknis yang sempatkitaalamisaatzoom meetingyaitusaatmengganti slide presentasi”,jelasZai’datunNadiroh, Tim MyresMTsN Surakarta 1.

            Myres merupakan saranapembelajaranbagisiswa Madrasah dalam menuangkan ide-ide dan gagasankreatif yang dituangkandalamtulisan. Serta menumbuhkembangkan budaya meneliti di kalangan siswa madrasah. Kegiatanini juga mendorongpencapaianhasilpenelitian yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif. “Untukmenemukan ide risetbisadilakukandenganmengamatifenomenalingkungan, membacaartikelpenelitian dan mencari kekurangannya. Selainitu bisa juga dengan berdiskusi denganteman, pakar, guru, maupunmasyarakat”, tutur Nirmala, PembimbingMyres.

            “Saya berharap dengan adanya Myres dapat menumbuhkan budaya meneliti di kalanganmadrasah sehinggadapatmenghasilkanpenelitiberkualitas dan kompetitif. Semoga Tim MyresMTsN Surakarta 1 lolos pada tahapberikutnya dan menjadijuarasertapenelitianinidapatbermanfaatuntukkhalayakumum.(Diana/Asih)

Strategi pembelajaran Aptitude Treatment Interaction tingkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika

0

Pendidikan bukanlah suatu hal yang statis atau tetap, melainkan suatu hal yang bersifat dinamis sehingga menuntut adanya suatu perbaikan secara terus menerus. Perubahan dapat dilakukan dalam metode belajar, buku – buku pelajaran maupun materi – materi pembelajaran. Pada dasarnya mengajar merupakan kegiatan yang salah satunya adalah menanamkan konsep – konsep yang ada dalam materi pelajaran yang diajarkan kepada siswa. Suatu konsep akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa jika konsep tersebut disampaikan melalui prosedur atau Langkah – Langkah yang tepat, jelas dan menarik.
Pada umumnya kegiatan belajar mengajar yang diciptakan guru dalam proses pembelajaran masih berjalan satu arah, guru dianggap satu – satunya sumber belajar yang paling benar. Sedangkan siswa diposisikan sebagai pendengar ceramah guru, sehingga proses belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar. Sikap siswa yang pasif tidak hanya terjadi pada mata pelajaran tertentu tetapi hampir semua mata pelajaran termasuk matematika.
Seorang guru harus mempunyai kemampuan menciptakan suatu kegiatan pembelajaran yang baik dikelas, menuju tercapainya hasil belajar yang optimal. Dalam pengajaran matematika suatu strategi pembelajaran tertentu belum tentu cocok untuk setiap pokok bahasan, sehingga guru harus memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan. Seorang guru yang baik harus mempunyai wawasan yang luas tentang macam – macam strategi pembelajaran sehingga dapat memilih strategi yang tepat untuk diterapkan dalam kelas tertentu dan pokok bahasan tertentu pula.
Pada saat ini menjadi hal yang biasa, matematika di pandang sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit dan kurang disukai oleh siswa sehingga berakibat prestasi belajar matematika siswa masih rendah. Meskipun matematika diajarkan dengan jam pelajaran yang lebih banyak, tetap saja minat belajar dan prestasi siswa yang dihasilkan dalam pembelajaran matematika masih relative rendah jika dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.
Rendahnya minat belajar matematika juga dialami siswa MTsN Surakarta 1. Factor yang menyebabkan rendahnya minat belajar matematika di MTsN Surakarta adalah kurang kreativ nya guru dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dan karakter materi (cara menjelaskan materi yang monoton menjadi hal – hal yang menimbulkan kurangnya minat siswa dalam mempelajari matematika). Sehingga siswa tidak tertarik, bosan dan terkesan siswa menjadi pasif yang pada akhirnya anak beranggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Dalam hal ini guru mempunyai perananan dalam memberikan motivasi kepada siswa, karena motivasi berperan sangat penting dalam kegiatan proses belajar.
Besar kecilnya minat akan mempengaruhi keberhasilan dari setiap aktivitas manusia. Dalam kegiatan belajar, minat sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa akan menjadi optimal, kalau ada minat yang tinggi. Minat yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik, serta melahirkan prestasi yang baik pula.
Untuk mengantisipai masalah – masalah tersebut agar tidak berkelanjutan hendaknya guru mampu memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat, perlu adanya variasi dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Dari strategi pembelajaran yang ada , strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan yaitu melalui strategi pembelajaran Aptitude Treatment Interaction.
Aptitude Treatment Interaction merupakan suatu konsep atau model yang berisikan sejumlah strategi pembelajaran yang efektif digunakan untuk individu tertentu sesuai dengan kemampuannya masing – masing sehingga pembelajaran matematika akan lebih berkesan dan menarik. Disisi lain suasana belajar akan lebih hidup, komunikasi antara guru dan siswa dapat terjalin dengan baik pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. (Anggun)