SURAKARTA — Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan 1447 H, MTsN Surakarta 1 menggelar rangkaian kegiatan strategis yang memadukan penguatan spiritual dan pengembangan kreativitas siswa. Bertajuk “Pesantren Kilat Ramadhan dan Gelar Karya Kokurikuler”, perhelatan ini berlangsung khidmat di lingkungan madrasah pada 12 hingga 14 Maret 2026.

Kegiatan ini dirancang secara sistematis dalam dua gelombang untuk memastikan pembinaan yang intensif:

Hari Pertama (12–13 /03/ 2026): Difokuskan bagi 375 siswa putra.

Hari Kedua (13–14 /03/ 2026): Diikuti oleh 562 siswi putri.

Hal yang paling mencuri perhatian dalam perhelatan tahun ini adalah Gelar Karya Kokurikuler. Madrasah berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai Islami dapat berjalan beriringan dengan isu kontemporer. Penjenjangan tema karya per kelas menunjukkan kedalaman kurikulum karakter yang diterapkan:

Kelas 7 (Pelestari Budaya): Menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai benteng moral di tengah gempuran arus digital.

Kelas 8 (Inovasi Hijau): Memproduksi karya ecoprint bernilai seni tinggi, mengasah jiwa kewirausahaan sekaligus kecintaan pada kelestarian alam.

Kelas 9 (Literasi Digital): Menampilkan film pendek produksi mandiri yang edukatif, membuktikan bahwa siswa madrasah mampu menaklukkan teknologi demi konten yang positif.

Rangkain ibadah dimulai dari salat Asar berjamaah, buka puasa bersama, hingga salat Tarawih yang dipimpin oleh ustaz Rois (untuk putra) dan ustaz Afnan (untuk putri). Dalam sesi materi, ustaz Afnan memberikan pesan mendalam mengenai urgensi interaksi dengan kitab suci.

“Rumah tanpa lampu saja gelap, apalagi kuburan tanpa Alquran,” tutur beliau, menekankann bahwa Alqura adalah pelita hakiki bagi setiap muslim.

Implementasi Nyata Melalui Zakat Fitrah

Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta melaksanakan penyaluran zakat fitrah. Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai implementasi nyata dari nilai empati dan akhlak mulia yang telah dipelajari selama pesantren kilat.

Bapak Joko Susilo, selaku sie acara, menegaskan bahwa output utama dari kegiatan ini adalah keseimbangan kompetensi. “Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dan lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

Melalui sinergi spiritualitas dan kreativitas ini, MTsN Surakarta 1 terus memperkokoh komitmennya dalam mencetak generasi pelajar muslim yang inovatif, berakhlak mulia, dan siap menjawab tantangan masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini