Aula MTsN 1 Surakarta tampak berbeda pada Sabtu pagi (17/01/2026). Cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela seolah menyatu dengan antusiasme ratusan siswa yang berkumpul untuk memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw. Dengan tema “Hikmah di Balik Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw”, acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana penguatan karakter Islami di tengah tantangan zaman.

Suasana khidmat mulai terasa saat Rais, 8 S2, melantunkan ayat suci Alquran dengan sangat merdu. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Ketua OSIM, Fayra Aretha Nasywa, dan sambutan hangat dari Kepala Madrasah, Nurul Qomariyah.

Dalam sambutann Nurul Qomariyah menekankan bahwa Isra Mikraj adalah cermin bagi siswa untuk melihat kembali kualitas ibadah mereka. “Semoga pengajian ini membangun semangat beribadah dan berakhlak karimah,” tuturnya penuh harap.

Puncak acara diisi oleh Ustaz Bony Eli Saputro. Berbeda dengan ceramah pada umumnya, Ustaz Bony membawakan tausiyah dengan gaya yang komunikatif dan penuh humor. Gelak tawa sesekali pecah, namun pesan mendalam mengenai kewajiban shalat lima waktu tetap sampai ke hati para siswa.

Beliau mengangkat kisah inspiratif Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat Nabi yang meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, tetap teguh menjaga shalat berjamaah. Kisah ini menjadi sentilan positif bagi para siswa agar tidak melalaikan kewajiban shalat dalam kondisi apa pun. Salah satu siswa kelas 8S5 Jibril mengungkapkan bahwa cara penyampaian Ustaz Bony membuatnya lebih memahami esensi salat bukan sebagai beban, melainkan kebutuhan. “Kisah Abdullah bin Ummi Maktum tadi benar-benar mengingatkan saya kalau beliau yang punya keterbatasan saja begitu semangat ke masjid, seharusnya kita yang sehat malu jika masih malas-malasan salat. Acara ini benar-benar menjadi pengingat atau _recharge_ iman buat saya dan teman-teman,” ungkapnya dengan penuh semangat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini