Memasuki awal Ramadhan 1447 H, suasana berbeda menyelimuti keluarga besar MTs Negeri 1 Surakarta melalui program “Ramadhan Seru: Misi Kebaikan di Rumah” yang dilaksanakan pada 18 hingga 21 Februari 2026. Program Pembelajaran Mandiri di Lingkungan Keluarga (PMLK) ini berhasil mengubah kesan kaku laporan ibadah menjadi sebuah petualangan harian yang menyenangkan, di mana para siswa ditantang menyelesaikan berbagai misi seperti membantu ibu menyiapkan buka puasa hingga membersihkan area shalat bersama ayah. Dengan pendekatan _self-monitoring_ melalui _Google_ _Form_ yang ramah kuota, sebanyak 941 siswa dari kelas VII hingga IX diajak untuk tetap disiplin beribadah tanpa merasa terbebani oleh urusan administratif sekolah yang rumit.
Waka Kurikulum MTsN 1 Surakarta, Wahyu Febriyanto, menjelaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar tugas tambahan, melainkan implementasi dari kebijakan pendidikan terbaru. “Program ini tentunya juga sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini diterapkan oleh Kementerian Agama. Melalui misi-misi kebaikan tersebut, siswa akan belajar mengenai makna Panca Cinta yaitu Cinta kepada Allah, Rasul, Ilmu, Sesama Manusia dan Lingkungan,” ungkapnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala MTsN 1 Surakarta, Nurul Qomariyah, menegaskan bahwa landasan utama kegiatan ini adalah penguatan karakter dan internalisasi nilai-nilai agama yang dilakukan secara konsisten di rumah.
Keberhasilan program ini terlihat nyata dari statistik partisipasi yang mencapai angka fantastis, yakni 98,5 persen, sebuah pencapaian yang membuktikan tingginya antusiasme siswa dalam memanfaatkan teknologi untuk hal positif. Data menunjukkan bahwa tingkat ketaatan shalat lima waktu mencapai 99 persen, sementara 70 persen siswa menunjukkan peningkatan kemandirian dengan membantu pekerjaan rumah tangga tanpa instruksi berulang. Tak hanya soal angka, program ini juga melahirkan momen-momen humanis seperti dialog mendalam antara orang tua dan anak saat menunggu waktu berbuka yang terekam dalam dokumentasi sederhana para siswa.
Meskipun dilaksanakan secara digital, pihak madrasah tetap mengedepankan prinsip kemudahan bagi orang tua dengan kebijakan tanpa seragam dan penggunaan resolusi foto rendah guna menghemat data internet. Kendala teknis seperti kepadatan lalu lintas server pada jam-jam sibuk menjelang berbuka dapat teratasi dengan baik melalui sistem verifikasi _timestamp_ yang akurat. Sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan kejujuran siswa, hasil rekapitulasi jurnal ini nantinya akan dikonversi menjadi poin nilai sikap (KI-2) dalam Raport Tengah Semester, lengkap dengan pemberian penghargaan bagi siswa dengan jurnal paling inspiratif. Melalui pola pembelajaran mandiri yang menyatukan aspek spiritual, sosial, dan literasi digital ini, MTsN 1 Surakarta optimis dapat terus mencetak generasi yang bertaqwa sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.















