Dalam upaya bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang modern dan akuntabel, tim pengelola laboratorium MTsN Surakarta 1 melaksanakan kegiatan Studi Tiru ke tiga unit strategis di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Selasa (21/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menyasar pengelolaan laboratorium IPA, Bahasa, Matematika, dan TIK. Rombongan dari madrasah yang terdiri atas Waka Sarpras, Kepala Laboratorium, Tim Laboratorium, hingga Pengelola Anggaran disambut hangat oleh pimpinan dan tim ahli dari masing-masing unit di UNS.
Rangkaian studi tiru ini dilaksanakan secara bergantian di tiga lokasi utama:
* UPT Laboratorium Terpadu: Fokus pada manajemen alat dan standarisasi pelayanan laboratorium.
* Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK): Mendalami integrasi sistem IT dan tata kelola laboratorium komputer.
* UPT P2B (Pusat Pengembangan Bahasa): Melihat langsung pengelolaan laboratorium bahasa dan layanan bahasa yang efektif.
Meski dibalut dalam suasana diskusi yang santai dan penuh keakraban, esensi kegiatan tetap berjalan serius. Tim UNS memaparkan secara detail mulai dari profil unit, penyusunan program kerja, standar pelayanan minimal, hingga strategi perawatan sarana prasarana agar tetap prima.
”Studi tiru ini bertujuan untuk mendapatkan pencerahan dan wawasan baru. Kami ingin melihat cara institusi ini dalam mengelola laboratoriumnya secara profesional, sehingga nantinya dapat kami adaptasi dan implementasikan sesuai dengan kebutuhan dan konteks di madrasah kami,” ujar perwakilan Tim MTsN Surakarta1.
Hasil Studi Tiru yang diperoleh meliputi :
* Sistem Pelayanan: Mewujudkan pelayanan laboratorium yang ramah pengguna dan terstruktur.
* Manajemen Perawatan: Strategi pemeliharaan alat agar memiliki masa pakai yang panjang ( _long-term).__
* Integrasi Program: Sinkronisasi antara kebutuhan kurikulum dengan ketersediaan fasilitas di laboratorium.
Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan laboratorium di MTsN Surakarta 1 tidak hanya sekadar menjadi ruang praktik, tetapi bertransformasi menjadi pusat riset dan literasi yang inspiratif bagi seluruh siswa.












