Akhir-akhir ini, banyak sekali sekolah yang kembali bersemangat menerapkan budaya literasi, dikarenakan kegiatan literasi ini merupakan jembatan untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan. Pada era informasi saat ini, kebutuhan untuk mendapatkan informasi yang tepat memerlukan kemampuan literasi yang memadai. Banyaknya informasi yang beredar dan menyebar dengan cepat, menuntut kemampuan untuk memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi tersebut dengan baik.

Kegiatan literasi ini bertujuan agar siswa mampu memperkaya pengetahuannya, melatih fokus dan konsentrasi belajar serta menambah pembendaharaan kata. Permasalahan klasik dalam menumbuhkembangkan minat membaca dalam rangka meningkatkan literasi adalah kurangnya motivasi dari siswa. Padahal saat ini banyak sekali judul buku dengan tema yang bervariatif yang diterbitkan melalui berbagai media, baik cetak ataupun digital. Pada umumnya siswa merasa kesulitan untuk menemukan bahan bacaan yang disukai dan diminatinya. Sesuatu yang disukai dan diminati oleh siswa bisa menjadi pintu masuk untuk memicu semangat membaca. Hal ini bisa ditingkatkan lebih lanjut ke bahan bacaan dengan bahasa-bahasa sekunder, terutama bahasa Inggris, dan kemungkinan bisa diarahkan juga ke bacaan ilmiah.

Membaca buku bahasa Inggris, bahkan mulai dari buku yang sederhana seperti cerita bergambar akan secara otomatis menambah perbendaharaan kata dan melatih siswa untuk mengenali struktur-struktur bahasa yang umum digunakan. Secara tidak langsung hal itu juga akan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa untuk memahami kata-kata baru yang mereka dapatkan. Tanpa disadari mereka mulai tertarik untuk membaca secara perlahan-lahan. Terlebih lagi apabila siswa diberikan buku-buku dengan topik yang mereka sukai. Itulah langkah awal untuk menarik minat membaca siswa, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris.

Kegiatan membaca terutama dalam bahasa Inggris, membutuhkan situasi yang menyenangkan dan dinamis. Beri kesempatan kepada siswa untuk membaca dan memahami bahan bacaannya. Setelah itu tindak lanjuti dengan diskusi maupun cerita ulang antar teman sehingga bahan bacaan itu kembali diutarakan dalam kegiatan aktif. Berilah umpan balik dan apresiasi untuk setiap aktifitas yang mereka lakukan. Disini interaksi antar siswa dan guru sangat diperlukan guru harus mampu mengamati bagaimana perilaku tiap-tiap siswa. Peran guru sangat diperlukan untuk menjadi moderator yang menyeimbangkan antara siswa yang aktif dan yang kurang aktif. Intinya dari kegiatan membaca ini sebisa mungkin seluruh siswa menuju ke arah literasi yang lebih baik secara bersama-sama.

Penulis : Affair Chilia Dhamawati, S.Pd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here